ASPEK.ID, JAKARTA – Otoritas Arab Saudi dilaporkan menghentikan izin perjalanan ibadah umrah ke situs-situs suci Mekkah dan Madinah, menyusul semakin meluasnya penyebaran virus Corona.
Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya mengambil tindakan pencegahan sejalan dengan upaya organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk menghentikan lonjakan korban akibat wabah itu.
Tiap tahun, Arab Saudi menerima jutaan umat Muslim melakukan perjalanan Haji dan Umrah. Namun kondisi ini menyebabkan sejumlah negara tak bisa melakukan ibadah Umrah.
Dilansir Mirror yang dikutip dari Saudi Press Agency, Arab Saudi mengeluarkan larangan itu dalam upaya menghentikan penyebaran virus dengan menunda masuknya turis ke kota-kota suci.
Ihwal penghentian izin perjalanan umrah ini, menurut Kementerian Agama RI belum diumumkan secara resmi.
“Belum ada pemberitahuan kepada kami secara resmi,” kata Kepala Biro Humas Data dan Informasi Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Suhaili seperti dilansir laman Tempo, Kamis (27/2).
Suhaili mengatakan Kemenag masih menunggu pemberitahuan resmi dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Ia mengatakan pihaknya akan memberi tahu masyarakat mengenai kabar penghentian penerimaan jemaah umrah itu.
“Nanti kalau sudah ada, saya informasikan,” imbuhnya.
Jumlah kasus infeksi Corona hingga saat ini terus meningkat di luar Tiongkok. Korea Selatan memiliki kasus terbanyak setelah Tiongkok mencapai lebih dari 1.100, sebagaian besar berada di kota Daegu.
Penyebaran virus corona terbesar di Eropa terjadi di Italia dengan 320 kasus infeksi. Sementara di Hong Kong, jumlah kasus meningkat menjadi 85. Virus corona juga telah menjalar ke sejumlah negara di Timur Tengah.
Setelah Iran, negara di sekitarnya yakni Kuwait, Bahrain, Afghanistan, dan Irak juga melaporkan temuan kasus virus corona. Virus corona di Kuwait hingga hari ini bahkan dilaporkan telah menjangkit 11 orang.
Total kasus di daratan Tiongkok kini mencapai 78.064 kasus, sedangkan di seluruh dunia mencapai lebih dari 80.970 kasus. Adapun total kematian di daratan Tiongkok mencapai 2.715 orang, sedangkan total di seluruh dunia mencapai 2.764 orang.
Kasus kematian di luar Tiongkok kini tercatat sebanyak 49 orang, terbanyak di Iran mencapai 16 orang. Lalu 12 orang di Korea Selatan, 11 orang di Italia, lima orang di Jepang, dua orang di Hong Kong, dan masing-masing satu orang di Filipina, Prancis dan Taiwan.






















