ASPEK.ID, SIGI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat sebanyak 2.319 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6).
Kepala BPBD Sigi Henri Kusuma mengatakan, ribuan rumah yang terdampak terdiri atas berbagai kategori kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.
“Jadi berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) untuk rumah rusak sebanyak 2.319 unit terdiri dari rusak ringan 1.966 rumah, rusak sedang 219 unit dan rusak berat 134 unit,” kata Henri di Sigi, Sabtu (20/6).
Selain kerusakan bangunan, jumlah warga terdampak juga terus bertambah. Hingga kini tercatat sebanyak 8.586 jiwa atau 2.762 kepala keluarga terdampak bencana tersebut.
“Secara rinci korban luka berat 17 orang dan luka ringan 108 orang dengan tiga warga meninggal dunia,” ucapnya.
Henri menjelaskan, dampak gempa dirasakan di 42 desa yang tersebar di sembilan kecamatan, yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, Lindu, Dolo, Sigi Biromaru, Dolo Selatan, dan Gumbasa.
“Sebaran desa terdampak cukup parah itu di Desa Uneni, Tongoa, Kamarora A, Kamarora B dan Sintuwu,” sebutnya.
Tak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan. BPBD mencatat kerusakan terjadi pada kantor pemerintahan, 16 masjid, 63 gereja, 37 sekolah, serta lima puskesmas.
“Data-data ini terus kami update setiap harinya dan dilaporkan kepada Pemkab Sigi,” kata dia.
Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Donggala, dan Kota Palu pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB. Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan dan korban jiwa di sejumlah wilayah terdampak. []
























