• Latest
  • Trending

34 Tahun RI Tak Bisa Bangun Kilang, Jokowi: Kebangetan

WFH ASN Resmi Berlaku, Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70%

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Bebas Setelah Diperiksa 12 Jam

Jelang RUPS, Ini Rumor Nama-nama Petinggi PLN

Kerugian Negara Padam Listrik di Batam-Bintan Ditaksir Rp57,3 Miliar

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-GIbran: Masalah Ekonomi Picu Ketidakpuasan Publik

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Dibawa ke Biddokkes Polda Metro

Prabowo-Gibran Lawan Kelompok Radikal, Sindir Siapa?

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kepercayaan Publik di Angka 64,8 Persen

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

PPh Perusahaan Turun 19%, Ini Syaratnya

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

34 Tahun RI Tak Bisa Bangun Kilang, Jokowi: Kebangetan

by Zamzami Ali
Desember 10, 2019
in ENERGI

ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12).

Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Diantara beberapa poin atau masalah yang dibahas antara lain membicarakan urusan migas dan persoalan pembangunan kilang minyak.

Kepala Negara meminta kepada para petinggi perusahaan energi pelat merah itu untuk mengawal serius terkait perkembangan proyek tersebut dan melaporkan kepadanya.

BacaJuga

Kerugian Negara Padam Listrik di Batam-Bintan Ditaksir Rp57,3 Miliar

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Bahlil: 2030 Seluruh Desa di RI ada Listrik

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

Bahlil Ungkap 11 Ribu Desa di RI Belum Teraliri Listrik

Solusi Antrean BBM di Bali, Pertamina Tambah Armada dan Personel

“Sudah 34 tahun masak kita enggak bisa bangun, kebangetan. Saya suruh kawal betul, akan saya ikuti terus juga progres dan presentasenya sampai sejauh apa,” kata Presiden usai menghadiri acara Pembukaan Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro di Grand Ball Room Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12).

Presiden Jokowi juga ingin urusan yang berkaitan dengan defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan bisa diturunkan kalau impor migas bisa dikendalikan dengan baik dan juga lifting produksi dari minyak dan gas bisa dinaikkan.

Kemudian, lanjut Presiden, terkait penggunaan B30 (Biodiesel 30%) yang akan dimulai pada awal Januari nanti agar betul-betul dilaksanakan dan dikawal, sehingga juga bisa menurunkan impor minyak.

“Intinya mereka menyanggupi,” ujarnya.

Sejumlah proyek kilang yang digarap Pertamina saat ini nasibnya memang tak jelas. Kelanjutan proyek pengembangan kilang minyak atau Refinery Development Master Plan atau RDMP yang menjadi mandat perusahaan itu dinilai kurang memuaskan.

Salah satunya adalah RDMP Cilacap. Kelanjutan proyek kerja sama Pertamina dan Saudi Aramco yang dimulai sejak empat tahun lalu itu kini nasibnya terkatung-katung.

Komentar
Share12Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

PHE WMO Operasikan Kembali Anjungan PHE 12

Impor Migas Ri HabiskanUS$ 22 Miliar

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai US$ 137,24 miliar, melonjak 18,69% dibandingkan...

Ini Alasan Pembentukan 5 Subholding Pertamina

Dirut Pertamina Beberkan 2 Strategi Capai Komunitas Ekonomi ASEAN

Indonesia menegaskan kembali dukungannya untuk mencapai ASEAN Economic Community (AEC) 2045 melalui penerapan ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation...

Pertamina Edukasi Warga Tuban yang Jadi Miliarder

Pertamina Tingkatkan Kapasitas Kilang Balikpapan pada 2024

PT Pertamina (Persero) menyebut proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan akan melalui dua fase pengembangan yaitu penambahan kapasitas kilang...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In