ASPEK.ID, JAKARTA – Keluarga korban menyesalkan tindakan pemindahan pesawat dari maskapai Nam Air ke Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh Sabtu (9/1) kemarin.
Salah satu keluarga korban, Iwan mengatakan bahwa dalam musibah itu dia kehilangan sejumlah anggota keluarganya.
Iwan kehilangan paman, bibi, keponakan serta anak bungsunya. Mereka turut menjadi korban pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
Pesawat dengan kode penerbangan SJ182 itu terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang (CGK) dengan tujuan Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (PNK).
Sriwijaya Air SJ182 kehilangan lebih dari 10.000 kaki ketinggian dalam waktu kurang dari satu menit, sekitar 4 menit setelah keberangkatan dari Jakarta.
Di laman flighradar24.com, tertera informasi pesawat tersebut terjadwal berangkat pada pukul 13.40 WIB dan dijadwalkan tiba pukul 15.15 WIB.
Berdasarkan data manifest yang diterima Aspek.id, pesawat tersebut mengangkut sebanyak 40 penumpang dewasa, 7 anak, 3 bayi dan 12 kru kabin.
“Harusnya keluarga dan anak saya menggunakan maskapai Nam Air pukul 07.00 WIB, tetapi dipindahkan ke pesawat Sriwijaya Air pukul 14.00 WIB yang mengalami musibah,” kata Iwan dilansir laman Antara di Sungai Raya, Kalimantan Barat, Minggu (10/1).
Disebutkan Iwan, [ihak maskapai Nam Air hingga kini belum memberikan alasan yang kuat terkait dilakukannya pemindahan jadwal dan beda maskapai tersebut.
Pihaknya akan meminta tanggung jawab maskapai Sriwijaya Air yang sebenarnya terkait hal itu.
Selain itu, dia juga meminta pihak otoritas bandara agar memudahkan pihak keluarga korban dalam mendapatkan informasi terkait perkembangan proses evakuasi dan pencarian para korban.
“Hingga saat ini kami pihak keluarga sudah diminta sampel DNA dalam memudahkan proses identifikasi nantinya,” jelasnya.
















