• Latest
  • Trending

5 Keluhan Investor di Indonesia

Hasan Nasbi dan Karding Dikabarkan Juga Dilantik Hari Ini

Hasan Nasbi dan Karding Dikabarkan Juga Dilantik Hari Ini

Guru di Jambi Dikeroyok Siswa, Gubernur Buka Suara

Tahanan Kasus Pemerkosaan Anak Tewas Dikeroyok di Sel Polresta Ambon

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Bukan Longsor! Ini Penyebab Tol Padang Tiji-Seulimeum Sempat Macet Panjang

Bukan Longsor! Ini Penyebab Tol Padang Tiji-Seulimeum Sempat Macet Panjang

Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

Jelang 100 Hari, Begini Penilaian Prabowo Terhadap Kabinetnya

Prabowo Dikabarkan Lantik Sejumlah Pejabat Sore Ini

Nestapa Anak di Daycare Aresha: Lebam sampai Dikunci di Kamar Mandi

Daycare Little Aresha Jogja Tak Berizin, KPAI Minta Tutup Permanen

Gading Gajah yang Hilang di Aceh Tenggara Masih Jadi Misteri

‎JGN Desak Pemerintah Realisasi Turunan Qanun Satwa Liar di Aceh

72 Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan MBG

Siswi SD di NTT Tulis Surat ke Prabowo soal MBG

Nestapa Anak di Daycare Aresha: Lebam sampai Dikunci di Kamar Mandi

Besok, Pemkot Razia Besar-besaran Seluruh Daycare di Yogyakarta

Kronologi Penembakan di Washington Hilton yang Dihadiri Donald Trump

Kronologi Penembakan di Washington Hilton yang Dihadiri Donald Trump

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, April 27, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

5 Keluhan Investor di Indonesia

by Zamzami Ali
September 12, 2019
in BERITA UTAMA, EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – Perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat memberikan peluang yang jarang-jarang terjadi bagi negara berkembang seperti Indonesia. Namun, kenyataannya berkompetisi dengan Vietnam saja dalam menggaet investasi, Indonesia masih kalah.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengajak semua pihak tetap optimistis, karena peluang (menggaet investasi) masih sangat-sangat besar. Hal ini menunjuk persepsi internasional kepada Indonesia yang saat ini sedang bagus-bagusnya.

“Buktinya, rupiah menguat terus. Harga obligasi pemerintah lagi naik terus. Jadi ini menunjukkan kalangan investor internasional sangat-sangat mengapresiasi Indonesia yang terus konsisten berorientasi pada orde reformasi ekonomi, dengan prudential sangat rasional dan bertanggung jawab dalam mengelola makro dan kebijakan ekonomi,” kata Thomas Lembong usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/9).

BacaJuga

Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

Dari Mega hingga Yusril, Ini Ketum Parpol dengan Masa Jabatan Terpanjang

Danantara Bidik Lahan 400 Meter dari Masjidil Haram untuk Kampung Haji

Kisah Petani Soppeng Naik Haji Usai 16 Tahun Menanti, Jual 3 Sapi Demi Berangkat

8 Tahun Kawal Jokowi, Mayor Windra Sanur Kini Jadi Kasdim Tigaraksa

Kloter Perdana Haji Masuk Asrama, Terbang ke Madinah Besok

Advertisement. Scroll to continue reading.

Diakui Thomas, jika juga ada ancaman sebagaimana dilaporkan oleh Bank Dunia pekan lalu, bahwa dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia ada ancaman bagi negara-negara berkembang, yaitu capital outflow, yang kalau investor-investor menarik investasinya dalam jumlah yang besar.

Ini tentunya jadi bisa membahayakan kurs dan juga cadangan devisa bank-bank sentral negara berkembang, termasuk Indonesia. Solusi yang paling elegan, yang paling efektif, yang paling jelas, menurut Thomas, Indonesia harus membenahi diri untuk lebih efektif untuk bisa lebih menang di kontestasi regional, untuk bisa menarik investasi di pabrik-pabrik, di sektor riil yang juga kemudian menciptakan lapangan kerja, yang menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru.

5 Kendala Investor

Thomas Lembong mengemukakan, dalam rapat terbatas yang membahas masalah perbaikan ekosistem investasi itu dirinya telah memaparkan 5 besar keluhan yang sering kali disampaikan investor, baik domestik maupun internasional.

Yang pertama, menurut Thomas adalah soal regulasi. Ia meniilai, peraturan-peraturan yang abu-abu, enggak jelas, tumpang-tindih kewenangan, atau suka berubah-berubah mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kemudian juga perizinan yang bertele-tele.

“Pendaftaran dijadikan izin, syarat dijadikan izin, rekomen teks dijadikan izin, semuanya dijadikan izin. Inikan sangat-sangat menghambat proses-proses dunia usaha,” terang Thomas Lembong.

Kedua adalah isu-isu perpajakan. “Bicara jujur, meskipun sudah banyak perbaikan tetap cukup banyak keluhan dari investor dari sisi pemberlakuan atau perlakuan pajak kepada investor,” kata Thoms.

Ketiga, urusan lahan di lapangan. Menurut dia, di daerah jelas banyak sekali sengketa lahan, kesulitan untuk membebaskan lahan tapi juga izin-izin terkait izin bangunan. Sertifikat layak fungsi yang bisa butuh waktu berbulan-bulan mengurusnya dengan  membutuhkan biaya yang juga tidak kecil.

Keempat, lanjut Thomas adalah urusan yang berkaitan dengan tenaga kerja. Menurut dia, Undang-Undang Ketenagakerjaan dari 2003 itu sudah tidak berfungsi dengan baik.

“Ini undang-undang sudah 16 tahun, dunia sudah sangat-sangat berubah dan diperlukan penyesuaian-penyesuaian undang-undang ketenagakerjaan supaya lebih fleksibel, lebih modern, lebih mencerminkan realita ketenagakerjaan di abad 21,” tuturnya.

Dan terakhir, menurut Thomas adalah kesulitan-kesulitan yang dihadapi di sektor BUMN. “Dengan penuh hormat harus kami akui juga banyak sekali keluhan dari dunia usaha swasta mengenai dominasi BUMN dan hubungan antara sektor swasta dengan sektor BUMN yang kurang kondusif,” katanya.

Presiden Jokowi dikatakannya telah memberikan waktu satu bulan untuk jajaran kementerian/lembaga (K/L) memfinalkan formulasi-formulasi solusi-solusi. Jadi, lanjut Thomas, mau tidak mau harus ada pemangkasan besar-besaran aturan-aturan, syarat-syarat, kewajiban-kewajiban, izin-izin karena itu yang jadi beban buat kita semua.

“Itu semua memakan waktu, memakan tenaga yang tidak produktif dan akan semakin sibuknya kita semua mengurus izin, terus mengecek izin. Mohon maaf, sering kali izin juga dijadikan gimmick atau objek transaksional, ya kan, untuk pungli atau oleh aparat penegak hukum bisa dijadikan subjek pemerasan. Dan ini semua kegiatan-kegiatan yang tidak produktif,” ungkapnya.

Dirinya mengaku juga sudah mendapat izin oleh Presiden untuk menegur atau marah kepada para menteri yang membuat terlampau banyak peraturan yang tidak produktif itu.

“Jadi saya kira dalam beberapa minggu ini saya akan angkat suara, angkat bicara mengenai hal-hal yang sebetulnya sangat konyol. Aturan-aturan, syarat-syarat yang sangat memberatkan kita semua,” pungkas Thomas Lembong.

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Hipmi: Golden Visa Jadi Magnet Investasi Asing

Hipmi: Golden Visa Jadi Magnet Investasi Asing

Jakarta -  Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai kebijakan golden visa akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi dibanding...

5 Alasan Kaltim Jadi Ibu Kota Baru

8 Investor Investasi Rp45 Triliun di IKN

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkap 8 investor siap menyuntikkan dana mencapai Rp45 triliun untuk membangun hunian bagi aparatur sipil...

Jokowi Pimpin Prosesi Penyatuan Tanah dan Air Nusantara di Titik Nol Kilometer IKN

Ratusan Investor Termasuk Singapura Minat Investasi di IKN

Indonesia menerima 305 surat pernyataan minat investasi atau letter of intent (LoI) di Ibu Kota Nusantara (IKN) dari investor dalam...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

Reshuffle Hari ini, Sejumlah Nama Digadang Masuk Kabinet

Hasan Nasbi dan Karding Dikabarkan Juga Dilantik Hari Ini

Hasan Nasbi dan Karding Dikabarkan Juga Dilantik Hari Ini

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Hasan Nasbi dan Karding Dikabarkan Juga Dilantik Hari Ini

Hasan Nasbi dan Karding Dikabarkan Juga Dilantik Hari Ini

Guru di Jambi Dikeroyok Siswa, Gubernur Buka Suara

Tahanan Kasus Pemerkosaan Anak Tewas Dikeroyok di Sel Polresta Ambon

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

Qodari Buka Suara Usai Dirumorkan Tinggalkan KSP

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

Jumhur Hidayat Benarkan Bakal Jadi Menteri Prabowo

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In