• Latest
  • Trending
Hipmi: Golden Visa Jadi Magnet Investasi Asing

Hipmi: Golden Visa Jadi Magnet Investasi Asing

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Prabowo Teken Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Purbaya Yakin RI Jauh dari Krisis 1998, Sebut Fiskal dan Ekonomi Masih Kuat

Purbaya Yakin RI Jauh dari Krisis 1998, Sebut Fiskal dan Ekonomi Masih Kuat

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

Terminal 2 Bandara Soetta Berasap, Ini Faktanya

Bos BI Bertemu Dasco-Purbaya, Sepakati 2 Jurus Jaga Rupiah

KPK Angkut Moge hingga Mobil Mewah Usai Geledah Rumah Silmy Karim

KPK Angkut Moge hingga Mobil Mewah Usai Geledah Rumah Silmy Karim

Gunung Lewotobi di NTT Meletus, Bandara Maumere Ditutup

Gunung Lewotobi di NTT Meletus, Bandara Maumere Ditutup

Bungkam Oman 3-0, Indonesia Sudahi Penantian 38 Tahun

Bungkam Oman 3-0, Indonesia Sudahi Penantian 38 Tahun

UM Maumere Bolehkan Mahasiswa Bayar Kuliah Pakai Padi hingga Jagung

UM Maumere Bolehkan Mahasiswa Bayar Kuliah Pakai Padi hingga Jagung

Rumah Mewah Silmy Karim Digeledah KPK, Puluhan Brimob Turun Mengawal

Rumah Mewah Silmy Karim Digeledah KPK, Puluhan Brimob Turun Mengawal

Telkom Cari 1.000 Karyawan, Ada Anak Usaha BUMN dan Swasta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Gaji Setara UMP Jakarta

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Juni 7, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Hipmi: Golden Visa Jadi Magnet Investasi Asing

by Aspek
Juli 26, 2024
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS
Hipmi: Golden Visa Jadi Magnet Investasi Asing

Jakarta –  Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai kebijakan golden visa akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi dibanding negara-negara lain di kawasan.

Sekretaris Jenderal Hipmi Anggawira menyampaikan, kebijakan ini memberi sejumlah kemudahan dan kepastian hukum yang sangat diperlukan oleh para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.  Apalagi, kebijakan ini menawarkan berbagai keuntungan seperti masa tinggal yang lebih lama, kemudahan dalam mengurus izin usaha, dan akses yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek strategis nasional.

BacaJuga

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Purbaya Yakin RI Jauh dari Krisis 1998, Sebut Fiskal dan Ekonomi Masih Kuat

Terminal 2 Bandara Soetta Berasap, Ini Faktanya

Bos BI Bertemu Dasco-Purbaya, Sepakati 2 Jurus Jaga Rupiah

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Hal ini tentu saja meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan,” kata Anggawira, Kamis (25/7/2024).

Menurutnya, golden visa menjadi sinyal positif bahwa pemerintah serius dalam menciptakan iklim investasi yang lebih ramah dan kompetitif. Pasalnya, kebijakan ini hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga kemudahan dalam melakukan berbagai aktivitas bisnis, termasuk pembelian properti dan akses ke berbagai layanan publik.

Di sisi lain, Anggawira mengharapkan regulasi ini dapat berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia khususnya dalam hal investasi. Arus modal masuk ke Indonesia diharapkan meningkat, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Investasi asing yang lebih besar akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat transfer teknologi serta pengetahuan,” jelasnya.

Selain itu, golden visa dinilai dapat membantu diversifikasi sumber investasi dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam. Dengan lebih banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya di sektor-sektor non-tradisional, kata dia, Indonesia dapat memperkuat fondasi ekonominya dan mencapai pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Oleh karena itu, dia mengharapkan agar Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat ekonomi dan menarik lebih banyak investasi yang berkualitas.  Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan golden visa pada Kamis (25/7/2024).

Kebijakan ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi investor asing dalam berinvestasi dan berkarya sehingga dapat berdampak positif terhadap perekonomian nasional. Adapun pemegang golden visa diharapkan dapat menikmati sejumlah manfaat eksklusif.

Diantaranya, jangka waktu tinggal hingga 10 tahun, kemudahan keluar dan masuk Indonesia, hingga efisiensi lantaran tak perlu mengurus izin tinggal terbatas (ITAS) ke Kantor Imigrasi.

Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim menuturkan, bentuk investasi akan ditentukan berdasarkan profil pemohon golden visa yakni investor perorangan/korporasi, dengan tujuan mendirikan perusahaan baru atau tidak. Investasi yang ditawarkan yakni pembangunan perusahaan dengan nilai tertentu, pembelian instrumen investasi pasar modal (saham, reksadana, obligasi pemerintah), pembelian properti, maupun penempatan sejumlah dana di rekening bank milik negara. Kualifikasi pengajuan golden visa pun berbeda-beda pada setiap pemohon.

Misalnya, investor perorangan yang akan mendirikan perusahaan di Indonesia wajib berinvestasi sebesar US$2,5 juta untuk masa tinggal di Indonesia selama lima tahun, sedangkan untuk masa tinggal 10 tahun disyaratkan sebesar US$5 juta. Nilai investasi sebesar US$25 juta disyaratkan bagi direksi, komisaris atau perwakilan korporasi induk yang membentuk perusahaan di Indonesia dan mengajukan golden visa masa tinggal 5 tahun, sedangkan untuk masa tinggal 10 tahun sebesar US$50 juta.

Sementara itu, untuk investor asing perorangan yang tidak bermaksud mendirikan perusahaan di Indonesia, pemerintah mewajibkan pemohon menempatkan dana sebesar US$350.000 untuk golden visa 5 tahun, sedangkan untuk golden visa selama 10 tahun harus menempatkan dana sebesar US$700.000.

Tercatat per 24 Juli 2024, pemerintah sudah mengantongi investasi sebesar Rp2 triliun dari 300 WNA pemegang golden visa. “Nilai investasi yang masuk dari golden visa senilai Rp2 triliun,” ungkapnya. Silmy menargetkan sebanyak 1.000 WNA menjadi pemegang golden visa sepanjang 2024. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dengan sejumlah organisasi perdagangan,  baik di dalam maupun luar negeri untuk mencapai target tersebut, sekaligus mendatangkan lebih banyak investor ke Indonesia.

Komentar
Share29Tweet18SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Indonesia Terima Usulan Mobil Listrik Tesla

Tesla Tunda Investasi di Indonesia, Luhut: Bukan Batal

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan menyatakan, tidak masalah bila produsen mobil listrik asal Amerika...

Indonesia Terima Usulan Mobil Listrik Tesla

Mengintip Efek Tesla Jika Investasi ke RI

Wakil Direktur Utama TBS Energi Utama Pandu Patria Sjahrir memastikan terdapat ragam gairah positif apabila Indonesia dapat menjadi mitra investasi...

BP Batam Tipu Pengembang, Menteri Hingga Jokowi

BP Batam Tipu Pengembang, Menteri Hingga Jokowi

Mayoritas warga Pulau Rempang, berprofesi sebagai Nelayan dan Petani, namun demikian mereka sangat mendukung BP. Batam membangun Eco-City Rempang, akan...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Erick Thohir: 65% Dana Pensiun di BUMN Bermasalah

Erick Thohir:  Polusi Udara Masalah Serius, BUMN Tanam 100 Ribu Pohon

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Prabowo Teken Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Purbaya Yakin RI Jauh dari Krisis 1998, Sebut Fiskal dan Ekonomi Masih Kuat

Purbaya Yakin RI Jauh dari Krisis 1998, Sebut Fiskal dan Ekonomi Masih Kuat

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In