Oleh: Amir Faisal Nek Muhammad
(Founder Perfekto untuk Indonesia)
Hari ini 26 Januari 2023 perusahaan maskapai kebanggan bangsa, Garuda Indonesia tepat berusia 74 tahun. Perjalanan panjang dan sejumlah torehan telah diukir oleh maskapai ini untuk tetap bisa terbang tinggi seperti hari ini.
Beberapa tahun kebelakang merupakan tahun-tahun terberat bagi Garuda Indonesia. Saat itu, utang perseroan terus menggunung dan bertambah Rp1 triliun setiap bulannya, akibat dari berbagai problematika yang ada dan kemudian diterpa badai pandemi, yang membuat pendapatan perusahaan tidak mampu untuk menutupi pengeluaran operasional.
Garuda Indonesia pun terancam bangkrut dengan beban hutang yang begitu besar, banyak pihak yang tak lagi optimis jika Garuda Indonesia mampu untuk bangkit lagi.
Ketika publik saat itu masih pro dan kontra soal solusi penyelamatan atau menguburkan Garuda Indonesia, Menteri BUMN Erick Thohir pun hadir dengan membawa sejumlah solusi penyelamatan Garuda Indonesia.
Ia hadir sebagai seorang pejabat negara yang tidak lari dari tanggungjawab, meskipun berbagai problematika yang dihadapi Garuda ini telah ada sebelum ia menjabat.
Saat itu secara tegas, Erick Thohir menegaskan bahwa, “inilah posisi-posisi yang memang tidak mudah dan itu bagian tanggung jawab Kementerian BUMN. Kita tidak menyerah, tetapi kita jangan cinta buta yang akhirnya juga membahayakan pengambilan keputusan dan juga membahayakan Garudanya sendiri”.
Erick Thohir mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan Garuda melalui langkah restrukturisasi hingga perubahan model bisnis. Perlahan tapi pasti, langkah Erick Thohir mulai membuahkan hasil, kini Garuda kembali terbang tinggi.
Apa yang dilakukan oleh Erick Thohir dan timnya dalam menyelamatkan Garuda Indonesia pasti akan tercatat dalam sejarah, sebagai legacy selama ia memimpin BUMN. Pencapaian langkah-langkah strategis dalam perjanjian perdamaian Garuda merupakan bagian dari restrukturisasi terbesar dan terkompleks dalam sejarah korporasi Indonesia.
Paket langkah strategis demi memenuhi kewajiban perjanjian perdamaian Garuda telah terpenuhi secara lengkap. Garuda Indonesia pun siap mengimplementasikan perjanjian perdamaian secara efektif mulai 1 Januari 2023.
“Seluruh rangkaian pemenuhan kewajiban homologasi selesai dilaksanakan kemarin, setelah rights issue tuntas, termasuk partial debt to equity conversion, dan ditutup dengan penerbitan sukuk tranche baru mengganti sukuk lama yang direstukturisasi. May Garuda fly high again, this time with sustainability and profitability,” kata Erick Thohir saat itu.
Pernyataan Erick Thohir ini menjadi sebuah tanda bahwa permasalahan Garuda untuk tahap awal telah selesai dengan menyelematkan Garuda Indonesia dari jurang kebangkrutan.
Andaikan tidak ada langkah strategis dan konkret untuk melakukan penyelamatan Garuda tahun lalu, maka bisa jadi Garuda Indonesia tak akan sampai di usia yang ke 74 seperti hari ini.
Erick Thohir dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatan ini telah memberikan kado terindah untuk Garuda Indonesia, kado untuk seluruh rakyat Indonesia dengan mempertahankan maskapai yang telah menjadi simbol perjuangan dan pembangunan Indonesia.
Garuda Indonesia tidak hanya bisa dilihat sebagai sebuah perusahaan maskapai, namun ada rentetan historis yang telah dilalui oleh maskapai ini dalam perjuangan bangsa Indonesia. Kisah panjang Garuda Indonesia tidak bisa dipisahkan dari perjuangan Presiden Soekarno dengan masyarakat Aceh yang sukarela menyumbangkan emas untuk membeli pesawat. Satu pesawat ini memiliki arti penting bagi Indonesia yang baru saja merdeka.
Penyelamatan Garuda Indonesia ini juga berdampak sangat signifikan terhadap industri penerbangan Indonesia.
Langkah Erick Thohir menyelamatkan maskapai Garuda Indonesia merupakan langkah yang sangat tepat, kini kita berharap agar problematika-problematika yang lalu tidak terulang kembali, seperti kata Erick, bisnis pesawat bukan bisnis gaya-gayaan, Garuda Indonesia harus bisa memanfaatkan bisnis penerbangan secara efektif dan efisien apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan yang seharusnya industri penerbangan bisa lebih diuntungkan.























