ASPEK.ID, JAKARTA – Pemenang Wirausaha Muda Mandiri tahun 2018, Christopher Farrel, membangun aplikasi penghemat kuota pertama di dunia untuk para pengguna Android. Aplikasi yang diberi nama Kecilin App ini dapat di unduh di Google Play Store.
Dengan menggunakan Kecilin App, Farrel mengatakan bahwa user dapat mengakses aplikasi-aplikasi populer seperti Instagram, Twitter, facebook, Youtube, Tiktok, Medium, LinkedIn, dan Wikipedia tanpa buffering dan dengan kuota yang lebih hemat hingga 90% dibandingkan dengan aplikasi aslinya.
“Aplikasi ini ditujukan untuk masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan internet yang cepat dan murah di seluruh belahan dunia,” kata dia, Kamis (12/3).
Selain untuk masyarakat, Kecillin juga memiliki produk B2B berupa API yang dapat digunakan oleh perusahaan yang mengalami permasalahan storage data yang membengkak, transfer data yang mahal dan juga lama.
Dengan API Kecilin, perusahaan dapat mengecilkan database hingga 99% tanpa perubahan atau kehilangan data, Gambar hingga 80%, video Hingga 75% dan dokumen hingga 50% tanpa kehilangan kualitas.Informasi selengkapnya dapat dilihat di www.kecilin.id.
Farrel merupakan pemenang Wirausaha Muda Mandiri tahun 2018. Program kewirausahaan yang diselenggarakan Bank Mandiri sejak 2007 ini bertujuan untuk menciptakan wirausahawan-wirausahawan baru yang memiliki daya saing global sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa datang.
Assistant Vice President CSR Center Corporate Secretary Bank Mandiri Diwangkoro Ratam, penciptaan pengusaha baru itu dilakukan melalui sinergi yang kuat dengan lebih dari 300 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia dan telah menghasilkan lebih dari 36 ribu wirausahawan baru.
Salah satunya, Christopher Farrel Millenio Kusuma. Millenial kelahiran Yogyakarta, 1 Januari 2000 itu, telah berhasil menjadi juara pertama di bidang usaha teknologi digital dengan nama usahanya ‘Kecilin’.
“Bank Mandiri memiliki komitmen untuk mendorong penciptaan wirausaha-wirausaha baru di Indonesia karena ke depan, mereka dapat membantu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berkelanjutan,” ujar Diwangkoro.























