ASPEK.ID, JAKARTA – Salah satu pegawai PT Bank Central Asia (BCA) Tbk dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Pegawai tersebut diketahui bekerja di Kantor Pusat BCA.
“Mewakili keluarga besar BCA, dengan rasa empati mendalam, dengan berat hati, saya ingin menyampaikan bahwa beberapa saat yang lalu, manajemen mendapatkan laporan resmi bahwa salah satu rekan kita di Kantor Pusat BCA dikonfirmasi positif Covid-19,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3).
Jahja menambahkan, saat ini karyawannya tersebut tengah menjalani perawatan dan pihaknya memastikan telah melakukan semua prosedur yang ditetapkan sesuai protokol pencegahan dan penanggulangan.
Manajemen BCA disebutkannya secara konsisten memantau perkembangan terkait kesehatannya sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memprioritaskan kesehatan, rasa aman, dan kenyamanan bagi karyawan BCA.
“Sejak yang bersangkutan sakit, manajemen BCA memantau dan memberlakukan Work From Home (WFH) bagi staf BCA yang berkomunikasi dan berinteraksi aktif dengan yang bersangkutan,” tambahnya.
Dia juga mengimbau kepada seluruh pegawai BCA bahwa keselamatan dan kesehatan karyawan merupakan prioritas utama bagi manajemen.
Menurut dia, di tengah merebaknya virus Covid-19 yang dapat menyerang siapapun ini, semua harus menjaga diri dengan baik serta membantu membatasi penyebarannya.
“Melalui pesan ini, saya juga ingin mengimbau kepada seluruh Insan BCA untuk selalu mengimplementasikan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan kerja, keluarga, maupun di tempat umum,” jelasnya.
Sejak diidentifikasi pertama kali pada 30 Desember 2019 lalu di Wuhan, China, hingga Minggu (22/3) telah terjadi 307.720 kasus virus Corona di seluruh dunia.
Dari jumlah sebanayk itu, sebanyak 13.054 orang dilaporkan telah meninggal dunia dan 95.797 pasien di antaranya berhasil sembuh (worldmetters.info).
Jumlah korban yang positif terinfeksi virus Corona di Indonesia saat ini juga bertambah menjadi 514 kasus dan angka kematian menjadi 48 orang per Minggu (22/3).
Sementara itu, jumlah pasien positif yang sembuh bertambah sebanyak sembilan orang menjadi 29 orang.
























