ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyebutkan saat ini baru sekitar 30 kabupaten di Indonesia yang seluruh desanya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT Moh Fachri dalam diskusi virtual di Jakarta mengatakan, salah satu kendala yang dialami adalah penyesuaian kebijakan pemerintah daerah (pemda).
Hal ini juga termasuk menyesuaikan data penerima BLT Dana Desa yang dipisahkan dengan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BNPT), bantuan sosial dari Kementerian Sosial, bantuan dari APBD provinsi dan APBD kabupaten.
“BLT Dana Desa sekarang ini di semua provinsi telah menyalurkan, tapi belum 100 persen ke desa yang ada di dalam provinsi itu,” kata Moh Fachri seperti dilansir laman Antara, Kamis (14/5).
Seperti diketahui, salah satu syarat penerima BLT Dana Desa adalah masyarakat miskin yang belum mendapat bantuan sosial di antaranya PKH, BNPT, dan bantuan sosial lainnya.
Sebagai contoh di Kabupaten Bogor, setelah dilakukan simulasi, masih ada 91 ribu masyarakat yang berpotensi belum mendapatkan BLT Dana Desa itu setelah dipisahkan bantuan sosial lainnya.
Begitu juga setelah ditambahkan 15 persen alokasi dari Dana Desa, masih ditemukan masyarakat miskin yang belum mendapatkan BLT Dana Desa.
Adapun besaran BLT Dana Desa yang diberikan per keluarga adalah Rp600 ribu selama tiga bulan yakni mulai April hingga Juni 2020 mendatang.
Dana Desa sendiri diberikan kepada 74.953 desa di 6.543 kecamatan tersebar di 434 kabupaten dari 33 provinsi di seluruh Indonesia.
Setiap desa mendapatkan dana desa bervariasi mulai di bawah Rp800 juta hingga lebih dari Rp1,2 miliar rata-rata per tahun.
Total ada lebih dari 21 ribu desa yang mendapatkan Dana Desa di bawah Rp800 juta, kemudian 42 ribu desa lebih mendapatkan Dana Desa Rp800 juta hingga Rp1,2 miliar dan sekitar 10 ribu desa mendapatkan Dana Desa di atas Rp1,2 miliar.
Untuk Dana Desa di bawah Rp800 juta maka dialokasikan 25 persen BLT atau sekitar Rp511 miliar, kemudian desa yang mendapat Rp800 juta hingga Rp1,2 miliar mengalokasikan 30 persen atau sekitar Rp15 triliun.
Selanjutnya untuk desa yang mendapat dana desa di atas Rp1,2 miliar mengalokasikan 35 persen untuk BLT atau sekitar Rp6 triliun, sehingga total akumulasi mencapai sekitar Rp22 triliun yang akan disalurkan pemerintah kepada sekitar 12 juta keluarga miskin penerima BLT Dana Desa.























