ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyinggung kondisi ekonomi Indonesia saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam pidatonya, Prabowo berkelakar masyarakat tak perlu cemas terhadap nilai tukar dolar selama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih bisa tersenyum.
Mulanya, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama seluruh unsur pemerintah dalam menjalankan program koperasi desa. Menurutnya, keberhasilan program tidak bisa dicapai tanpa dukungan lintas kementerian hingga aparat di daerah.
“Ya koperasi nanti akan terbukti menjadi kebanggaan kita semua. Saya terima kasih kepada menteri, Menko Pangan, semua menteri ini satu tim, ya. Semua menteri satu tim karena tidak bisa kalau tanpa tim, tidak satu tim,” kata Prabowo, Sabtu (16/5).
Dia lalu menyebut dukungan dari pemerintah daerah hingga TNI-Polri menjadi faktor penting agar program berjalan maksimal.
“Kalau Mendagri tidak dukung? Tidak bisa. Bupati tidak dukung? Tak bisa. Kepala Desa tidak dukung? Tidak bisa. Mendagri, Gubernur, semua sampai bawah. TNI tidak dukung? Tak bisa. Kapolri tidak dukung? Tak bisa. Ini adalah teamwork. Seluruh tim bekerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung tugas para menteri yang memiliki tanggung jawab berbeda-beda, termasuk dalam pengelolaan keuangan negara. Ia kemudian menyebut nama Purbaya yang belakangan ramai dibicarakan publik.
“Menteri-menteri, ada yang ngurus legalitas masalah hukumnya, ada yang ngurus, ada yang ngurus keuangan, ya. Purbaya sekarang populer banget Purbaya. Selama Purbaya bisa senyum, aman, tenang aja, nggak usah kalian khawatir itu,” ujarnya.
Prabowo juga meminta masyarakat desa tidak terlalu memikirkan fluktuasi dolar. Menurut dia, dampak kurs lebih banyak dirasakan kalangan yang sering bepergian ke luar negeri.
“Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar. Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri, ayo. Siapa ini? Mbak Titiek ini pusing ini. Mana lagi ini? Menteri, pengusaha, coba aku cek ke mana itu,” katanya.
Prabowo lalu menyapa sejumlah menteri dan tokoh yang hadir, mulai dari Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, hingga Ketua Kadin Anindya Bakrie.
“Trenggono! Ah, Trenggono! Ah. Udah nggak ke luar negeri? Oh, kau ke pulau-pulau, oke, oke, oke, oke. Rosan! Tapi nggak, dia udah botak, nggak apa-apa, lu duduk aja dulu. Anind! Anind lu pusing boleh, lu kan pengusaha loh, Kadin,” ujarnya.
Di akhir pidato, Prabowo menegaskan kondisi ekonomi Indonesia tetap kuat. Ia meminta masyarakat percaya terhadap kekuatan nasional dan kerja pemerintah.
“Percaya, ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, ya, ngomong apa, Indonesia kuat,” tuturnya.
“Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita, semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat, dari partai manapun gak ada urusan, di semua partai ada patriot, di semua partai ada juga yang brengsek-brengsek,” imbuh dia. []
























