ASPEK.ID, JAKARTA – Seiring meningkatnya kasus Covid-19, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, berbalik melemah.
Pada Selasa (22/9) pagi pukul 09.30 WIB, rupiah melemah 59 poin atau 0,4 persen menjadi Rp14.759 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.700 per dolar AS.
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, penguatan dolar AS yang tajam terhadap mata uang yang lebih berisiko, bisa berlanjut pagi ini di pasar Asia.
“Penguatan dolar AS menyusul pelemahan indeks saham global pada Senin (21/9) kemarin karena berbagai kekhawatiran seperti mengenai kemungkinan lockdown kembali karena kenaikan kasus positif Covid-19 di beberapa negara Eropa,” katanya dilansir dari Antara, Senin (22/9) siang.
Kekhawatiran lainnya yaitu paket stimulus fiskal AS yang masih belum keluar untuk menopang pemulihan ekonomi di Amerika.
“Rupiah berpotensi berbalik melemah hari ini,” ujarnya.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.650 per dolar AS hingga Rp14.800 per dolar AS.
Pada Senin (21/9) lalu, rupiah ditutup menguat 35 poin atau 0,24 persen menjadi Rp14.700 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.735 per dolar AS.











