ASPEK.ID, JAKARTA – Danone akan mengambil langkah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 2.000 pekerja termasuk di kantor pusat globalnya karena dampak Covid-19.
Perusahaan itu mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan memindahkan kantor pusat global supaya berbagai bisnisnya lebih dekat ke basis operasi di Paris. Dengan begitu, penghematan biaya tahunan akan mencapai 1 miliar euro atau 1,2 miliar dolar AS pada 2023.
Penghematan itu didorong pula oleh pembelian yang lebih efisien. Pengurangan jumlah pekerja itu mewakili sekitar 2 persen dari total staf Danone.
Chief Executive Officer Danone Emmanuel Faber menyatakan, tahun ini dimulai dengan fokus pada keberlanjutan dan mengubah taktik demi atasi kekurangan manajemen internal. Ia mengatakan, perusahaan telah berjuang selama bertahun-tahun demi menghidupkan kembali divisi produk susu di Eropa, meski telah memperkenalkan lusinan produk baru. Kini dengan adanya pandemi, divisi air minum kemasan Danone terguncang karena restoran tutup.
“Kami memiliki kelemahan struktural dalam cara kami bekerja dan teroganisir,” ujar Faber seperti dilansir Bloomberg via Republika, Selasa (24/11/2020).
“Perusahaan melakukan inovasi berlebihan dan mendorong produk yang tidak dapat kami dukung atau tidak akan menjadikannya sebagai inovasi yang bertahan lama. Itu adalah penyalahgunaan sumber daya,” pungkasnya.























