ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 40 miliar untuk memulihkan kebun kopi yang rusak akibat banjir bandang di Aceh pada November 2025. Pemulihan ini difokuskan pada wilayah dataran tinggi Gayo yang selama ini dikenal sebagai penghasil kopi arabika unggulan.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya akan menggandeng Universitas Syiah Kuala dalam program pembibitan guna mempercepat rehabilitasi lahan terdampak.
“Aku sudah ketemu tadi rektor datang pagi-pagi dengan Pak Dirjen. Kita akan kembangkan kerja sama dengan rektor Unsyiah itu, kita kerja sama bangun pembibitan bersama-sama bangun kembali. Anggarannya kami siapkan tadi kurang lebih Rp 30-40 miliar,” ujar Amran di Jakarta Selatan, Rabu (6/5).
Kerusakan kebun kopi terjadi di sejumlah wilayah di Aceh, terutama di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Bencana banjir dan longsor menyebabkan ribuan hektare lahan perkebunan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.
Berdasarkan data sementara, luas kebun kopi yang terdampak di Aceh Tengah mencapai 12.638 hektare. Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menyebut angka tersebut masih berpotensi bertambah.
“Sementara masih datanya 12.638 hektare kemungkinan bertambah karena proses pendataan masih berlanjut,” kata Mustafa, dikutip dari detikSumut, Senin (22/12/2025).
Adapun wilayah dengan kerusakan terluas berada di Kecamatan Pegasing dengan 2.905 hektare. Sementara Kecamatan Bintang dan Rusip Antara masing-masing sekitar 2.000 hektare. Secara keseluruhan, kerusakan terjadi di 14 kecamatan dengan sebaran luas yang berbeda-beda.
Pemerintah berharap program pemulihan ini dapat mengembalikan produktivitas kopi Gayo sekaligus mendukung ekonomi petani setempat. []
























