ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis Pelabuhan Patimban apabila disenergikan dengan baik dengan Pelabuhan Tanjung Priok, akan mampu mengalahkan Pelabuhan Shanghai dan Singapura.
Hal itu dikatakan Budi Karya Sumadi Menhub dalam Public Expose Pelabuhan Patimban: Wajah Modern Pelabuhan di Indonesia secara virtual.
Pelabuhan Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain mengurangi biaya logistik dan memperlancar arus barang, pembangunan pelabuhan ini juga bertujuan untuk mengurangi beban kendaraan barang di jalan raya yang seringkali menimbulkan kemacetan dan mempercepat kerusakan jalan.
Pelabuhan Patimban mulai dibangun tahun 2018 dan ditargetkan selesai seluruhnya pada tahun 2027. Saat ini sedang dilakukan Pembangunan Tahap Pertama yang meliputi pembangunan area terminal, Breakwater, Seawall, dan Revetment, pembangunan Back Up Area, jalan akses, dan jembatan penghubung.
Pada tahap pertama ini, Pelabuhan Patimban nantinya akan memiliki kapasitas car terminal sebesar 218.000 CBU (Completely Built Up) dan kapasitas container terminal sebesar 250.000 TEUs dari total kapasitas kumulatif 3,75 Juta TEUs untuk tahap I secara keseluruhan.
“Saya yakin apabila kita mensinergikannya dengan Pelabuhan Tanjung Priok, maka kita mengalahkan mungkin menyamai Shanghai dan Singapura,” kata Budi Karya, Kamis (7/1).
Selain itu, Budi juga menyebut Pelabuhan Patimban melengkapi Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati yang sudah lebih dahulu beroperasi.
Pelabuhan Patimban dapat menstimulasi tumbuhnya arus barang dan jasa atau logistik dari dan ke aglomerasi Pelabuhan Cirebon, Kawasan Industri Karawang, Sumedang, Majalengka, hingga jalan tol yang mempertemukan Jakarta.
“Jaringan jalan tol dan kawasan sekitar akan mendorong tumbuhnya sektor ekonomi, industri, perdagangan, pergudangan, jasa keuangan, properti, dan perdagangan ritel. Ini akan menjadi ladang bisnis,” ungkapnya.
Budi menargetkan pengoperasian terminal peti kemas berkapasitas 7,5 juta TEUs lebih cepat dari yang direncanakan pada 2027.
“Terminal peti kemas kita rencanakan 7,5 juta TEUs tadi dinyatakan kemungkinan adalah 2027, tapi Insya Allah dengan niat baik dimajukan karena potensinya luar biasa,” katanya.
Selain itu, terminal otomotif Patimban akan dibangun dengan kapasitas 600.000 (completely build-up/CBU) per tahun kedalaman draft -16 meter.
Sebelumnya, Kemenhub telah mengumumkan pemenang proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (30/12/2020) lalu.
Adalah konsorsium CTCorp Infrastruktur yang secara resmi di tunjuk oleh Kemenhub menjadi operator Pelabuhan Patimban. Hal tersebut berdasarkan hasil evaluasi dan kesepakatan negosiasi.
Konsorsium Patimban terdiri dari PT CTCorp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistic & Support Services, PT U Connectivity Services, dan PT Terminal Petikemas Surabaya, akan membantuk Badan Usaha Pelaksana dan melaksanakan proyek dengan skema KPBU selama 40 (empat puluh) tahun sejak tanggal operasi tahap 1.























