ASPEK.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin meminta gar TNI AL memperkuat Underwater Surveillance pasca ditemukannya drone ataupun seaglider versi TNI AL di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Azis Syamsuddin meminta TNI harus segera melakukan verifikasi pihak asing mana yang mengirim drone tersebut.
“TNI segera memperkuat pengawasan di bawah laut. Jangan sampai ada oknum yang melakukan jual beli data wilayah Indonesia dan bekerja untuk pihak asing. Underwater Surveillance ini sangat penting dan kita tidak boleh lengah. Ini bukan kali pertama di temukannya drone pengintai bawah laut milik asing,” papar Azis dalam keterangan resmi yang dikutip, Kamis (7/1/2021).
Politisi Partai Golkar itu meminta Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar untuk menginvestigasi secara mendalam atas kejadian ini.
Ia menilai jika adanya oknum aparat yang terlibat dalam mempermudah masuknya aset militer asing memasuki wilayah NKRI secara ilegal, maka harus ditindak tegas.
“Potensi pengintaian asing sangat tinggi baik melalui drone maupun pergerakan kapal selam tanpa izin. Indonesia adalah episentrum dari kawasan Indo-Pasifik, sehingga banyak negara asing yang tentu memiliki agenda tersendiri dalam lautan Indonesia yang menghubungkan Samudera Hinda, Laut China Selatan hingga Samudera Pasifik,” tegas Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu.
Azis menjelaskan, keamanan laut saat ini perlu menjadi prioritas, bukan hanya permukaan laut, tapi juga bawah laut. Oleh karenanya pemerintah harus melakukan perubahan terhadap infrastruktur pendukung.
“Kita perlu melakukan modernisasi dengan rencana yang matang dan strategis. Kita tidak boleh lengah sama sekali,” pungkas legislator dapil Lampung II itu.
























