ASPEK.ID, JAKARTA – TNI Angkatan Laut mengerahkan 7 KRI untuk membantu pencarian pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB.
Pesawat dengan kode penerbangan SJ182 itu terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang (CGK) dengan tujuan Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (PNK).
Di laman flighradar24.com, tertera informasi pesawat tersebut terjadwal berangkat pada pukul 13.40 WIB dan dijadwalkan tiba pukul 15.15 WIB.
Sriwijaya Air SJ182 kehilangan lebih dari 10.000 kaki ketinggian dalam waktu kurang dari satu menit, sekitar 4 menit setelah keberangkatan dari Jakarta.
Berdasarkan data manifest yang diterima Aspek.id, pesawat tersebut mengangkut sebanyak 53 dewasa, 5 anak dan 1 bayi.
Pesawat tersebut adalah jenis Boeing 737 dengan nomor registrasi PK-CLC (MSN 27323).
Berdasarkan data manifest yang diterima Aspek.id, pesawat tersebut mengangkut sebanyak membawa 50 penumpang, 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi serta 12 awak kabin.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan KRI yang dikerahkan yakni dari Jajaran Koarmada I dan Lantamal III.
KRI yang digerakkan yakni, KRI Teluk Gili Manuk (onboard Tim Kopaska), KRI Kurau, KRI Parang, KRI Teluk Cirebon, KRI Tjiptadi, KRI Cucut -866, KRI Tengiri.
“Dan 2 Sea Rider Kopaska serta 2 kapal Tunda yakni TD Galunggung dan Malabar,” kata dia dilansir Antara di Jakarta, Sabtu (9/1) malam.
Selain itu, TNI AL juga menyiapkan Heli Nbell 412 EP HU 4205 di KRI Bontang yang posisinya bersandar dermaga JICT Jakarta, armada ini juga siap dukung Operasi SAR.





















