ASPEK.ID, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI (Persero) berhasil meraup laba sebesar Rp18,66 triliun pada tahun 2020.
Namun, capaian salah satu anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp34,37 triliun atau 45,6 persen.
“Kuatnya fundamental membuat perseroan masih mencatatkan laba sebesar Rp18,66 triliun pada 2020,” kata Direktur Utama BRI Sunarso di Jakarta, Jumat (29/1).
Hingga akhir Desember 2020, secara konsolidasian BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp938,37 triliun atau tumbuh 3,89 persen year on year.
“Angka ini jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit nasional di tahun 2020 yang diperkirakan OJK minus 1 hingga 2 persen,” ungkap dia.
Di sisi lain, kredit mikro BRI tumbuh double digit sebesar 14,18 persen, kredit kecil dan menengah tumbuh 3,88 persen, dan kredit konsumer tumbuh 2,26 persen.
Kinerja positif tersebut berdampak pada peningkatan porsi atau portofolio kredit UMKM BRI yang menyentuh angka 82,13 persen dari total seluruh kredit BRI.
“Rasio NPL BRI Group sendiri sebesar 2,99 persen, dengan NPL Coverage mencapai 237,73 persen dan Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh sebesar 9,78 persen menjadi sebesar Rp1.121,10 triliun, dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 59,67 persen,” tandasnya.
























