ASPEK.ID, JAKARTA – Performa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak masuk menjadi emiten di bursa melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO, mencatat kenaikan yang signifikan.
Tercatat ada 5 BUMN dan 21 anak BUMN, di mana dari 20 besar kapitalisasi pasar seluruh perusahaan yang tercatat di BEI terdapat 5 BUMN dan anak BUMN yang masuk ke dalam daftar tersebut.
“Secara fundamental, perusahaan-perusahaan tercatat BUMN dan anak BUMN mencatatkan kinerja keuangan yang baik dari sisi pertumbuhan aset, pendapatan dan juga laba bersih,” kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setya di Jakarta, Jumat (5/2).
Selain sisi fundamental, kinerja emiten BUMN juga tercermin dari valuasi perusahaan-perusahaan, dimana rata-rata perusahaan tercatat BUMN dan anak BUMN mencatatkan valuasi yang terus bertumbuh secara jangka panjang sejak IPO.
Disebutkan Nyoman, IPO BUMN dan anak BUMN sampai dengan saat ini sangat disambut baik oleh investor yang terlihat dari cukup aktifnya saham-saham yang ditransaksikan oleh para investor.
Sepanjang 2020 (data BEI kuartal I hingga kuartal III) sebesar 36,13 persen nilai transaksi saham di BEI berasal dari transaksi jual-beli saham perusahaan BUMN dan anak BUMN.
Saat ini, kapitalisasi pasar saham-saham BUMN dan anak BUMN memiliki porsi 25,8 persen terhadap seluruh kapitalisasi pasar saham-saham tercatat di BEI.
“Bagi pemerintah, semakin banyaknya perusahaan BUMN go public, diharapkan semakin meningkatkan kinerja perusahaan yang pada gilirannya akan meningkatkan kontribusi terhadap APBN dalam bentuk dividen dan pajak bagi negara,” ungkapnya.
Data Kementerian BUMN, penerimaan negara yang bersumber dari BUMN (setoran pajak dan dividen) mencapai Rp280 triliun atau 18 persen terhadap realisasi total penerimaan negara dari perpajakan tahun 2019 yang sebesar Rp1.545,3 triliun.






















