ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat proses pembangunan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Percepatan pembangunan ini bertujuan untuk menjadikan wilayah ini sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas yang digalakkan oleh pemerintah dengan menamainya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan sejumlah penataan di kawasan Labuan Bajo sudah ada yang hampir selesai.
Disebutkan ada 42 paket pembangunan yang pengerjaannya di bawah Kementerian PUPR. Proyek-proyek ini sudah digarap sejak 2020 dan diharapkan rampung 2022.
“(Proyek) dari Sumber Daya Air ada 5 paket, Bina Marga 10 paket, Cipta Karya ada 22 paket, dan juga Perumahan 5 paket. Totalnya 42 paket pembangunan,” kata Diana dalam video conference, Jumat (19/2).
Dirincikan, untuk penataan untuk Goa Batu Cermin sudah mencapai 96,5 persen dengan anggaran Rp 29 miliar dan penataan Pantai Marina Bukit Pramuka dengan anggaran Rp200,8 miliar sudah mencapai 11,34 persen.
Kemudian penataan kawasan fasilitas Pulau Rinca dengan anggaran Rp50,1 miliar sudah mencapai 37 persen dan pengerjaan reservoir untuk penampungan air dengan anggaran Rp2 miliar sudah selesai 99,12 persen.
Kemudian, saat ini ada beberapa proyek yang juga masih dalam tahapan pelelangan. Yakni untuk penataan lanskap Labuan Bajo, beberapa ruas jalan, hingga sistem penyediaan air minum.
“Kami juga mamastikan bahwa pembangunan dalam rangka penataan KSPN Labuan Bajo tidak menimbulkan masalah lingkungan serta penataan juga memperhatikan fasilitas penyandang difabel dan lansia,” tandasnya.
























