ASPEK.ID, JAKARTA – Kasus pasien terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia hingga Minggu (18/4) bertambah sebanyak 4.585 kasus baru.
Pada Sabtu (17/4) kemarin, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat sebanyak 5.041 kasus dan ini berarti mengalami sedikit penurunan.
Kasus positif COVID-19 terbanyak hari ini ditemukan di DKI Jakarta sebanyak 950 kasus. Terbanyak kedua ditemukan di Jawa Barat dengan 769 kasus, lalu disusul Jawa Tengah dengan 396 kasus.
Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terbanyak terjadi pada Sabtu (30/1) sebanyak 14.518 kasus, tertinggi sejak pandemi melanda Tanah Air pertama kali pada 2 Maret 2020 lalu.
Berdasarkan data terbaru di laman Covid19.go.id, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga saat ini telah mencapai 1.604.348 kasus.
Sementara itu, sebanyak 4.873 pasien dinyatakan berhasil sembuh sehingga total pasien sembuh saat ini menjadi 1.455.065 pasien.
Sedangkan jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia bertambah sebanyak 96 orang dan total pasien yang meninggal kini menjadi menjadi 43.424 orang.
Sementara itu Worldometers mencatat hingga Sabtu (17/4) pagi, Covid-19 telah menginfeksi 140.502.812 orang di seluruh dunia, dimana 111.594.405 orang telah sembuh dan 2.984.286 orang lainnya meninggal dunia.
Pemerintah meminta agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan untuk membendung penularan virus Corona melalui perilaku 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.
Berikut ini sebaran 4.585 kasus positif Corona di RI pada 18 April 2021:
DKI Jakarta: 950 kasus
Jawa Barat: 769 kasus
Jawa Tengah: 396 kasus
Riau: 330 kasus
Jawa Timur: 241 kasus
Sumatera Barat: 204 kasus
Kalimantan Selatan: 186 kasus
Kalimantan Timur: 186 kasus
Bali: 172 kasus
DI Yogyakarta: 143 kasus
Bangka Belitung: 114 kasus
Sumatera Selatan: 101 kasus
Bengkulu: 95 kasus
Kalimantan Tengah: 92 kasus
Lampung: 88 kasus
Kepulauan Riau: 88 kasus
Kalimantan Barat: 78 kasus
Sumatera Utara: 55 kasus
Banten: 50 kasus
Jambi: 48 kasus
Aceh: 43 kasus
Sulawesi Selatan: 22 kasus
Papua Barat: 17 kasus
Maluku: 13 kasus
Sulawesi Tenggara: 12 kasus
Sulawesi Tengah: 7 kasus
Gorontalo: 7 kasus
Papua: 6 kasus
Nusa Tenggara Timur: 4 kasus
Maluku Utara: 4 kasus
Sulawesi Utara: 2 kasus
Sulawesi Barat: 1 kasus
























