ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN) Haru Koesmahargyo menyampaikan sektor perumahan merupakan bisnis yang tangguh di tengah pandemi.
BTN optimistis industri properti perumahan masih sangat prospektif mendorong pemulihan ekonomi nasional. Apalagi, pemerintah dan regulator memberikan stimulus kebijakan yang mendorong sektor perumahan.
Terbukti ketika ekonomi terkontraksi pada kuartal sebelumnya, sektor real estat tumbuh di level 2,31% yoy pada kuartal II/2020 dan 1,25% di kuartal IV/2020. Ketika ekonomi tumbuh positif, sektor real estat pun ikut melaju sebesar 2,82% yoy pada kuartal II/2021.
Dia pun sangat yakin kelanjutan kinerja positif tersebut masih akan berlanjut pada pada masa pemulihan ekonomi selanjutnya.
“Kalau kita tahu kebutuhan perumahan itu masih sangat tinggi. Sehingga masih banyak potensi untuk sektor ini terus membukukan kinerja positif,” katanya dalam webinar Himbara Jumat (6/8/2021).
Haru berkomitmen BTN terus berupaya memperbaiki ekosistem perumahan agar dapat memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat Indonesia khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
BTN mendukung pembiayaan rumah bagi MBR, Bank BTN juga tengah berfokus untuk menyiapkan pembiayaan hunian bagi para millenial di urban kota yang terintegrasi TOD atau sarana transportasi dengan harga terjangkau.
Dengan adanya perbaikan ekosistem tersebut, ujar Haru, diharapkan akan dapat menopang pemulihan ekonomi nasional karena sektor perumahan memiliki dampak ganda bagi 174 industri lainnya.
“Sebagai bank yang berfokus di sektor pembiayaan perumahan, kami berkomitmen akan terus berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperbaiki ekosistem perumahan sehingga dapat mendorong percepatan pencapaian target penyediaan rumah di Indonesia tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Haru.
























