• Latest
  • Trending

Kinerja GMF AeroAsia Diprediksi Positif Tahun Ini

BI Berikan Quantitative Easing untuk Pulihkan Ekonomi dari Covid-19

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75% di Tengah Tekanan Rupiah

Doni Monardo Turunkan Tim Kawal Kasus Purnawirawan Dibunuh

Jasad ABK Bawa 5 Jurnalis Ditemukan 345 KM dari Titik Hilang Kontak

Pelindo Marine Service dan Serikat Pekerja Teken Perjanjian Bersama, Dorong Hubungan Kerja Harmonis

Pelindo Marine Service dan Serikat Pekerja Teken Perjanjian Bersama, Dorong Hubungan Kerja Harmonis

Prabowo Copot Purbaya, Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Suahasil: Ekonomi RI Tetap Tangguh Di Tengah Geopolitik Bergejolak

Update KM Virgo: 6 Korban Meninggal Teridentifikasi, 129 Penumpang Masih Dicari

Update KM Virgo Tenggelam: 20 Orang Meninggal, 115 Masih Dicari

Meski Penerbangan Lesu, Airnav Raup Laba Rp479 Miliar

AirNav Indonesia Buka Rekrutmen 2026, Ada 7 Posisi yang Bisa Dilamar

Sempat Hilang Kontak, Barista asal Aceh Ternyata Ditahan Imigrasi Arab Saudi

Sempat Hilang Kontak, Barista asal Aceh Ternyata Ditahan Imigrasi Arab Saudi

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

CDIA Siapkan Dividen Interim US$ 10 Juta

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Antam Menguat Tipis Hari Ini

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

Studi: Asap Karhutla Lebih Beracun daripada Polusi Udara

Ini Instruksi Prabowo kepada Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

Ini Instruksi Prabowo kepada Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kinerja GMF AeroAsia Diprediksi Positif Tahun Ini

by Zamzami Ali
Januari 26, 2022
in BUMN

Kinerja PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) diprediksi positif pada 2022, seiring mulai pulihnya kinerja operasional, terus bertumbuhnya performa keuangan perusahaan, dan strategi diversifikasi bisnis yang telah berjalan.

“Kinerja tahun ini semestinya diproyeksikan mulai berjalan dengan progresif selama pemerintah tidak menerapkan kebijakan restriksi secara lebih ketat,” kata Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta dalam keterangan di Jakarta dilansir Antara, Rabu (26/1).

Nafan menjelaskan di tengah situasi COVID-19 yang memukul industri penerbangan ini, GMFI mendapatkan angin segar yang dapat memicu kinerja perusahaan pada tahun ini.

BacaJuga

Pelindo Marine Service dan Serikat Pekerja Teken Perjanjian Bersama, Dorong Hubungan Kerja Harmonis

Pelita Air Selipkan Tiket MotoGP Gratis di Kursi Penumpang

Putra Karni Ilyas Jadi Komisaris Independen Angkasa Pura

Prabowo Sebut Penghasilan Danantara Naik 400% dalam 1,5 Tahun

Prabowo: Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN untuk Cegah Laporan Palsu

Waskita Karya: LRT Jakarta Aman Beroperasi

Pertama, mulai naiknya penerbangan pada akhir 2021 seiring dengan mulai membaiknya penanganan COVID-19 di Indonesia.

Kedua, diversifikasi bisnis oleh perseroan di luar induknya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yang mulai berbuah manis.

Pada akhir 2021, GMFI terlibat dalam proyek modernisasi dan penggantian center wing box untuk pesawat C130H milik TNI AU setelah berkontrak dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada tahun lalu untuk memodifikasi total delapan unit pesawat secara berkala.

Selain dengan Kemhan, perseroan berkontrak dengan TNI AU untuk pemeliharaan beberapa mesin, mendukung layanan komponen dan material untuk mendukung overhaul pesawat 737.

Perseroan berhasil meningkatkan event maintenance pada segmen perawatan pesawat kargo, khususnya Boeing 747 wide body, serta perawatan reaktivasi pesawat menyusul meningkatnya mobilitas masyarakat dan permintaan pengembalian pesawat ke lessor.

Perseroan juga berhasil mengembangkan kapabilitas perawatan line maintenance untuk perawatan pesawat Boeing 787 milik maskapai asal Jepang, dari semula bersifat assist menjadi full release.

Dipercayanya GMFI oleh sejumlah maskapai, baik domestik maupun asing yang tersebar di benua Asia, Eropa, dan Amerika juga turut memperbesar persentase porsi pendapatan dari segmen non-afiliasi sekitar 8 persen dibandingkan 2020.

Lebih lanjut, GMFI juga berpeluang untuk bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dalam menghadirkan layanan MRO berstandar global di Bandara Kertajati, Majalengka.

“Potensi pendapatan GMFI dari luar Garuda mulai membaik sebagai strategi diversifikasi manajemen. Tinggal maksimalkan efisiensi bisnis mengingat masa pandemi COVID-19 masih belum berakhir,” kata Nafan.

Ketiga, di tengah situasi COVID-19 yang memukul industri penerbangan, perseroan berhasil melakukan penghematan yang efektif.

Sampai dengan kuartal III-2021, GMFI membukukan pendapatan sebesar 165,37 juta dolar AS atau turun 13,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perseroan berhasil memangkas beban perusahaan hingga September 2021.

GMFI berhasil menekan rugi usahanya menjadi 27,68 juta dolar AS. Padahal, periode yang sama tahun sebelumnya rugi usaha perusahaan sebesar 178,16 juta dolar AS.

Dengan begitu, perusahaan semakin memperkecil rugi bersih yang dideritanya menjadi 38,94 juta dolar AS dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 160,60 juta dolar AS.

“Meskipun pendapatan sembilan bulan 2021 tidak terlalu jauh berbeda dengan sembilan bulan 2020, namun dari sisi kerugian bersih bisa turun sangat signifikan,” ujar Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan.

Ia berharap GMFI terus bisa mempertahankan efisiensinya dan kondisi saat ini menjadikan diversifikasi tersebut sebagai pilihan terbaik.

“Selain itu, perlu diapresiasi langkah manajemen yang berusaha keras bagaimana perusahaan bisa mendapatkan pendapatan,” ujar Alfred.

Pengamat pasar modal Lucky Bayu Purnomo menilai GMFI masih ada prospek sebab “captive market” masih ada.

“Prospek pendek memang masih bukan pilihan. Tapi jangka panjang investor bisa positif. Karena sekarang investor mengharapkan GMFI bisa mengembangkan market share dan juga pendapatan organik sendiri, di luar pendapatan dari Induknya,” ujar Lucky.

Ia mengatakan bahwa manajemen perlu semakin mendiversifikasi pendapatan dan jasa servisnya dan menerapkan tata kelola perusahaan yang lebih ramping, efisien, dan tepat guna.

Komentar
Share116Tweet73SendShareShare20Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Anak Usaha Garuda Laba Rp53,57 Miliar

Emiten bengkel pesawat milik Grup Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. (GMFI) menorehkan kinerja gemilang sepanjang 2022 dengan...

Bengkel Garuda Jajal Rawat Pesawat Militer

Emiten bengkel Garuda Indonesia, PT GMF Aero Asia Tbk. (GMFI) sedang menjajal garapan baru dengan melakukan perawatan pesawat militer. Direktur...

GMF dan AP I Sepakat Kembangkan Hanggar Pesawat di Makassar

GMF dan AP I Sepakat Kembangkan Hanggar Pesawat di Makassar

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In