Bank Indonesia (BI) mendorong pertumbuhan UMKM karena UMKM bisa ikut menjaga angka inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan bahwa BI telah menyiapkan tiga strategi dalam mendukung kebangkitan sektor UMKM pasca terdampak parah pandemi Covid-19.
Pertama, sinergi secara erat antara 13 Kementerian dan Lembaga, 5 asosiasi, dan 26 industri. Diantaranya dengan memberikan program pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM bersama Kementerian Koperasi dan UKM.
“Ini sebagai upaya mendorong UMKM dalam rangka pemulihan dan memperkuat petumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Destry dalam Talkshow Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2022, Sabtu (28/5/2022).
BI terus mendorong pelaku UMKM domestik untuk lebih mengoptimalkan digitalisasi sebagai sarana pemasaran. Menurutnya, digitalisasi sebagai cara yang efektif dan efisien untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke tingkat internasional.
BI terus melakukan digitalisasi pembayaran melalui BI-Fast dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan standar QR Code nasional yang diluncurkan sejak 17 Agustus 2019. Tujuannya agar transaksi UMKM menjadi lebih cepat, mudah, aman dan handal.
Terakhir, BI mendorong produk UMKM untuk go-global atau globalisasi. Hal ini bertujuan untuk memperluas wilayah pemasaran sekaligus meningkatkan penerimaan negara untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
“Jadi, UMKM Indonesia harus mempunyai daya saing yang kuat. Karena, kita tidak ingin hanya jago kandang. Tapi kita juga harus bisa masuk ke pasar global,” pungkasnya.















