Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo), Nezar Patria, meminta masyarakat untuk mengecek kebenaran informasi yang diterima. Hal ini penting dilakukan sebelum menyebarkan informasi ke pihak lain, terutama selama masa kampanye Pemilu 2024 yang sedang berlangsung.
“Di tengah gebyar pemilu ini, saya kira kita memang harus lebih hati-hati, terutama agar tidak ikut menyebarkan misinformasi dan disinformasi,” kata dia dikutip Rabu (20/12/2023).
Nezar mengatakan, setiap konten yang diterima perlu disikapi dengan kritis, apalagi informasi yang diragukan kebenarannya.
“Kita tahu kalau konten yang sedang kita hadapi atau kita saksikan ini adalah konten yang bisa kita sebut mencurigakan dan meragukan secara kualitas informasinya,” ujarnya.
Dia mengatakan, masyarakat yang menerima konten harus mengecek kebenaran informasi ke sumber-sumber otoritatif. Hal ini agar tidak terjebak dan tidak menyebarkan konten hoaks.
“Jadi kebiasaan share ini memang baik kalau informasinya positif, yang menyebarkan kebaikan, tapi kalau menyebarkan keburukan itu satu hal yang kita hindari,” kata dia.
Saat ini, teknologi untuk memproduksi disinformasi semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk deep fake. Menurutnya, beberapa konten yang dibuat dengan baik oleh AI dapat mengelabui para pakar yang mengira konten tersebut benar terjadi.
“Itu bisa mengelabui bahkan oleh orang-orang yang kita anggap sudah expert sekalipun, itu banyak yang terkecoh,” kata Nezar.























