ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menggandeng dua perusahaan asal China untuk mengoperasikan fasilitas waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.
Dalam proyek tersebut, Danantara menetapkan Wangneng Environment Co. Ltd. sebagai operator PSEL di Bekasi. Sementara untuk proyek di Denpasar akan dioperasikan oleh Zhejiang Weiming Environment Protection Co. Ltd.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan mitra yang dipilih diharapkan mampu menjaga standar operasional proyek secara konsisten.
“Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat,” kata Pandu dalam siaran pers, Jumat (6/3).
Ia menyebut Danantara berkomitmen mendorong solusi pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program WTE atau PSEL ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mendorong penguatan pengelolaan sampah perkotaan sekaligus pemanfaatannya sebagai sumber energi berkelanjutan.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) serta meningkatkan pemanfaatan sampah menjadi energi listrik.
Dalam pelaksanaannya, Danantara juga mewajibkan mitra operator membentuk konsorsium dengan pihak lain, termasuk badan usaha milik pemerintah daerah dan perusahaan lokal Indonesia.
Langkah itu dilakukan untuk mendorong proses transfer teknologi serta memperkuat keterlibatan pelaku usaha nasional dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi.
Selain itu, Danantara menegaskan proses pemilihan operator dilakukan dengan prinsip tata kelola yang kuat sejak tahap awal, termasuk melalui mekanisme seleksi yang transparan dan berbasis mitigasi risiko. []
























