ASPEK.ID, BEKASI – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menyiapkan pendanaan hingga Rp16 triliun untuk mendukung pembangunan hunian vertikal di atas lahan hibah dari Lippo Group di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Lahan seluas sekitar 30 hektare tersebut dihibahkan oleh Pendiri Yayasan Pelita Harapan, James Riady. Kawasan itu direncanakan menjadi lokasi pembangunan sekitar 140 ribu unit hunian vertikal yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pembangunan tahap awal akan dilakukan di area seluas 12,8 hektare. Di lokasi tersebut direncanakan berdiri 18 menara hunian dengan ketinggian sekitar 32 lantai.
“Nilai pembangunannya kan rencana dari 12,8 hektare ini, itu kami akan bangun totalnya menjadi 18 tower. Itu perhitungannya kalau jadi dengan 32 lantai, kurang lebih rentangnya antara Rp14 triliun sampai Rp16 triliun,” kata Rosan saat meninjau lokasi proyek di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3).
Rosan menegaskan Danantara memberikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut karena sejalan dengan target pemerintah dalam Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Selain membantu meningkatkan pasokan hunian, proyek ini juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan.
Dalam proses pembangunan, Danantara berencana melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta membuka peluang kolaborasi dengan kontraktor swasta.
“Kami akan berkolaborasi. Jadi, itu peran Danantara dalam proyek ini,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menilai pembangunan hunian vertikal menjadi solusi penting untuk mengatasi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan sekaligus mengurangi backlog perumahan.
Ia menegaskan bahwa penyediaan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas pembangunan pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Usai peninjauan lokasi, Kementerian PKP bersama Danantara akan melanjutkan tahap pematangan konsep proyek. Proses tersebut mencakup penyusunan skema pengembangan kawasan, mekanisme penentuan harga hunian, serta perumusan konsep dan kriteria pembelian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. []
























