ASPEK.ID, BEIRUT – Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali meningkat setelah pasukan Israel dilaporkan melakukan pendaratan menggunakan helikopter di wilayah Lebanon timur, Senin (9/3/2026).
Kelompok Hizbullah menyatakan para pejuangnya terlibat bentrokan langsung dengan pasukan Israel yang menyusup melalui operasi udara tersebut. Menurut mereka, sekitar 15 helikopter militer Israel terdeteksi masuk dari arah perbatasan Suriah menuju kawasan Lembah Bekaa, wilayah yang dikenal sebagai basis pengaruh Hizbullah.
“Para pejuang kami terlibat pertempuran dengan helikopter dan pasukan penyusup menggunakan senjata yang sesuai, dan konfrontasi masih berlangsung,” demikian pernyataan Hizbullah, seperti dikutip AFP, Senin (9/3).
Media pemerintah Lebanon, National News Agency, melaporkan pertempuran sengit terjadi di sekitar Nabi Sheet, kawasan di Bekaa, ketika pasukan Israel mencoba melakukan pendaratan.
Dua pejabat Hizbullah di wilayah tersebut juga mengklaim bahwa satu helikopter militer Israel berhasil ditembak jatuh. Namun hingga kini, militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim tersebut.
Konflik Meluas
Pertempuran terbaru ini merupakan bagian dari eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah yang kembali memanas sejak awal Maret.
Situasi meningkat setelah Hizbullah melancarkan serangan ke wilayah Israel sebagai respons atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang menurut mereka tewas dalam serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Sejak saat itu, Israel meningkatkan operasi militernya terhadap target Hizbullah di Lebanon. Padahal sebelumnya kedua pihak sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 2024.
Ledakan di Beirut
Di sisi lain, laporan media lokal menyebutkan terdengar ledakan kuat di pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai wilayah basis Hizbullah.
Asap terlihat membumbung dari kawasan tersebut setelah serangan udara Israel menghantam sejumlah titik.
Militer Israel menyatakan pihaknya telah “menyerang infrastruktur milik organisasi teroris Hizbullah di Beirut”.
Serangan di area itu kembali terjadi setelah sebelumnya sempat mereda sejak Sabtu.
Militer Israel juga mengeluarkan peringatan kepada warga di selatan Beirut serta wilayah Lebanon selatan untuk mengungsi karena operasi militer diperkirakan terus berlanjut.
Korban Bertambah
Di wilayah Lebanon selatan, Hizbullah mengklaim telah menyerang pasukan Israel yang memasuki kota perbatasan Odaisseh dan Aitaroun dengan tembakan artileri. Kelompok tersebut juga menyebut terjadi kontak senjata langsung dengan tentara Israel di Odaisseh.
Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyatakan serangan Israel selama sepekan terakhir telah menewaskan 394 orang, termasuk 83 anak-anak dan 42 perempuan.
Sementara itu, militer Israel melaporkan dua tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan. Korban tersebut menjadi yang pertama dari pihak Israel sejak operasi militer terbaru dimulai pada 2 Maret. []
























