ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara tasyakuran satu tahun Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).
Kehadiran presiden dalam acara tersebut didampingi sejumlah pejabat tinggi negara dan menteri Kabinet Merah Putih.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa acara ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan lembaga investasi negara tersebut selama satu tahun terakhir.
“Satu tahun ini terasa singkat, tetapi satu tahun ini memiliki makna yang sangat besar,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Menurut Rosan, pembentukan Danantara merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
Ia menegaskan bahwa Danantara diharapkan menjadi instrumen penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui pengelolaan investasi yang profesional dan transparan. Karena itu, Danantara disebut menjadi tonggak penting pengelolaan investasi negara.
“Kami berkomitmen menjalankan amanah yang diberikan presiden dengan tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, akuntabilitas, dan yang paling penting integritas,” kata Rosan.
Sebagai informasi, Badan Pengelola Investasi Danantara diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo pada 24 Februari 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta.
Pembentukan lembaga tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan kekayaan negara sekaligus meningkatkan nilai tambah dari pemanfaatan sumber daya alam Indonesia.
Pemerintah menargetkan Danantara mampu mengelola aset hingga US$900 miliar, yang berpotensi menempatkannya sebagai salah satu sovereign wealth fund terbesar di dunia.
Selain mengelola investasi negara, lembaga ini juga diproyeksikan menjadi penggerak utama transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar dapat beroperasi lebih terintegrasi.
Selama ini, sejumlah BUMN dinilai masih berjalan dengan arah bisnis masing-masing. Melalui Danantara, pemerintah ingin menyatukan strategi investasi dalam satu orkestrasi nasional yang lebih terarah dan kuat.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor global serta memperluas kolaborasi investasi lintas negara.
Penguatan peran Danantara menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendukung agenda pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. []
























