ASPEK.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Presiden AS, Donald Trump, melontarkan ancaman keras menjelang tenggat ultimatum terkait pembukaan penuh Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya, Trump mengklaim militer AS memiliki kemampuan untuk melumpuhkan Iran secara cepat, termasuk menghancurkan infrastruktur vital seperti jembatan dan pembangkit listrik hanya dalam waktu empat jam.
Mengutip laporan Al Jazeera, Selasa (7/4), Trump menyebut skenario tersebut bisa dijalankan segera setelah tenggat waktu yang ia tetapkan berakhir. Ia bahkan menggambarkan potensi serangan itu sebagai “penghancuran total” terhadap fasilitas sipil di Iran.
“Kami punya rencana. Semua jembatan bisa dihancurkan, seluruh pembangkit listrik akan berhenti beroperasi dalam waktu singkat,” ujar Trump.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa opsi militer tersebut bukan pilihan utama, selama Iran bersedia memenuhi tuntutan AS untuk membuka jalur pelayaran strategis tersebut tanpa syarat.
Sebelumnya, pada 21 Maret, Trump telah lebih dulu mengancam akan menargetkan fasilitas energi Iran jika negara itu tidak segera membuka akses penuh Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Namun, tenggat tersebut sempat beberapa kali ditunda setelah muncul sinyal adanya komunikasi antara kedua pihak.
Trump bahkan sempat menyebut pembicaraan dengan otoritas Iran berjalan “produktif”, sebelum akhirnya kembali memperketat tekanan dengan menetapkan batas waktu baru.
Hingga kini, situasi masih berada di ujung ketidakpastian, dengan dunia internasional menyoroti potensi eskalasi konflik yang bisa berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global. []
























