ASPEK.ID, MEDAN – Kapal penangkap ikan KM Sumber Indah III meledak dan terbakar di perairan Belawan, Sumatera Utara, Selasa (7/4/2026) dini hari. Insiden ini menyebabkan 3 anak buah kapal (ABK) tewas, 5 orang hilang, dan 13 lainnya selamat.
“Kapal terbakar saat mencari ikan di sekitar laut Belawan. Saat kejadian, 13 ABK berhasil diselamatkan. Sedangkan tiga orang lainnya meninggal dunia, dan lima orang belum ditemukan,” kata Kadispen Koarmada I Kolonel Laut Wahyu Kurniawan, Rabu (8/4).
Tiga korban meninggal dunia diketahui bernama Iyan, Jahar, dan Buitin. Sementara lima ABK yang masih hilang yakni Aris (50), Roy (40), Lubis (50), Ambon (50), serta satu orang yang belum teridentifikasi.
Peristiwa bermula saat kapal GT 140 tersebut melaut untuk mencari ikan sejak Senin (6/4). Aktivitas penangkapan berjalan normal hingga dini hari berikutnya.
Sekitar pukul 02.10 WIB, salah seorang ABK melihat kondisi mesin kapal tidak normal.
“Awalnya ABK Aliman pergi ke kamar tekong untuk meminjam charger ponsel ke tekong Aciu. Kemudian Aliman turun untuk mengecas dan melihat kondisi turbo mesin kapal panas memerah. Melihat kondisi mesin tersebut, tiba- tiba mesin meledak disusul ledakan tabung gas 12 kg,” ujarnya.
Ledakan itu langsung memicu kebakaran hebat di kapal. Api dengan cepat membesar hingga para ABK panik dan menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.
Tak lama kemudian, kapal nelayan lain datang memberikan pertolongan.
“Lalu sekira 30 menit kemudian datang mendekat kapal pukat teri lain untuk membantu memberikan pertolongan ke pada ABK yang melompat ke laut. Beberapa ABK berhasil diselamatkan, sekira 30 menit kemudian muncul mengapung 3 orang ABK dalam kondisi tidak bernyawa,” jelasnya.
Sebanyak 13 ABK berhasil diselamatkan, dua di antaranya mengalami luka bakar ringan.
Para korban kemudian dievakuasi ke darat menggunakan kapal lain.
“Sekira pukul 05.30 WIB, para ABK KM Sumber Indah III sebanyak 13 orang dan 3 korban meninggal yang ditemukan dipindah ke KM. Mandiri untuk sandar di Dermaga TPI Gabion Belawan guna evakuasi para korban,” sebutnya.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima ABK yang hilang. Operasi melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas dan TNI AL.
“Saat ini seluruh petugas gabungan melakukan pencarian di sekitar alur Belawan,” ujarnya.
Pencarian juga melibatkan sejumlah kapal perang.
“Tim gabungan masih terus melaksanakan pencairan korban. Moment ini sekaligus mengkolaborasi beberapa stage holder sembari berlayar juga melaksanakan pencarian korban,” ujar Wahyu. []
























