ASPEK.ID, BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh harus menelan pil pahit dalam lanjutan Championship Pegadaian 2025/2026. Bermain di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Minggu (18/4) malam, Laskar Rencong ditahan imbang 2-2 oleh Garudayaksa FC.
Sorotan tajam mengarah kepada wasit Bangkit Sanjaya. Kepemimpinannya dinilai merugikan Persiraja, terutama terkait penambahan waktu injury time yang dianggap tidak proporsional hingga berujung pada gol penyeimbang lawan.
Sejak awal, pertandingan berlangsung sengit. Garudayaksa lebih dulu membuka keunggulan melalui Christian Frydek pada menit ke-24. Persiraja bangkit di babak kedua. Tendangan jarak jauh Faris Adit Saputra pada menit ke-56 menyamakan skor, sebelum Aditya Angga Saputra membawa tuan rumah unggul 2-1 lewat sundulan di menit ke-89.
Saat kemenangan sudah di depan mata, drama terjadi di masa injury time. Wasit memberikan tambahan waktu 10 menit. Namun, laga tetap dibiarkan berjalan melewati batas tersebut. Situasi ini dimanfaatkan Garudayaksa, dengan Christian Frydek mencetak gol pada menit 90+12.
Gol tersebut memicu protes keras dari kubu Persiraja. Banyak pihak menilai keputusan wasit tersebut “merampok kemenangan” tim tuan rumah yang sudah di ambang tiga poin.
Bangkit Sanjaya sendiri bukan kali ini saja menuai kontroversi. Wasit asal Lampung itu sebelumnya juga kerap mendapat protes dari klub-klub yang merasa dirugikan atas kepemimpinannya.
Hasil imbang ini berdampak besar bagi Persiraja. Mereka kini tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan 38 poin, sekaligus menutup peluang untuk menembus dua besar dan meraih tiket playoff promosi ke Liga 1 musim depan.
Ketegangan tak berhenti usai peluit panjang dibunyikan. Sejumlah ofisial dan suporter Persiraja sempat mencoba mengejar sang wasit yang langsung berlari menuju ruang ganti demi menghindari amukan massa. Ia pun lari terbirit-birit.
Persiraja masih menyisakan dua laga terakhir musim ini, yakni tandang menghadapi Persekat Tegal pada 26 April dan menjamu PSMS Medan pada 2 Mei 2026. Namun, hasil ini membuat langkah mereka menuju promosi dipastikan terhenti.
Pelatih Persiraja, Jaya Hartono mengakui laga tersebut sangat sru, namun keseruan tersebut dirusak oleh kepemimpinan wasit. Ia kecewa dengan kepemimpinan sang pengadil yang dinilai merugikan tuan rumah.
“Kita bukan hari ini aja dikerjain, kemarin [saat lawan Adhyaksa di Banten] juga dikerjain, dihabisin kemarin, terus mau apa sepak bola kita ini? kita sebagai pelatih sudah di luar kemampuan kita,” kata Jaya. []























