ASPEK.ID – Pesawat maskapai Turkish Airlines terbakar saat mendarat di Bandara Kathmandu, Nepal, Senin (11/5). Seluruh penumpang dan awak pesawat dipastikan selamat dalam insiden tersebut.
Juru bicara otoritas penerbangan sipil Nepal, Gyanendra Bhul, mengatakan pesawat yang terbang dari Istanbul, Turki, mengalami percikan api pada roda pendaratan bagian kanan sesaat sebelum mendarat.
Pesawat itu membawa 277 penumpang dan 11 awak kabin.
“Semua penumpang selamat, operasi penyelamatan telah selesai. Kami sekarang sedang menyelidiki kecelakaan tersebut,” kata Bhul seperti dilansir AFP, Senin (11/5).
Akibat insiden itu, satu-satunya landasan pacu di Bandara Kathmandu sempat ditutup hampir dua jam pada pagi hari. Setelah proses evakuasi dan penanganan selesai, bandara kembali beroperasi normal.
Nepal dikenal memiliki bandara dengan medan yang cukup ekstrem. Banyak landasan pacu berada di wilayah pegunungan Himalaya dengan kondisi cuaca yang kerap berubah cepat sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pilot.
Dalam beberapa tahun terakhir, Nepal juga beberapa kali mengalami kecelakaan penerbangan. Uni Eropa bahkan masih memasukkan seluruh maskapai Nepal ke dalam daftar hitam penerbangan.
Pemerintah Nepal sebelumnya menyatakan akan memasang sistem radar dan pemantauan cuaca baru guna meningkatkan keselamatan penerbangan di negara tersebut.
Insiden yang melibatkan Turkish Airlines ini mengingatkan pada kejadian serupa pada 2015 lalu. Saat itu, pesawat Turkish Airlines yang membawa 224 penumpang tergelincir dari landasan pacu di Kathmandu.
Tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, landasan pacu bandara ditutup selama empat hari sehingga puluhan penerbangan internasional terpaksa dibatalkan. []
























