ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, melakukan serangkaian pertemuan dengan pimpinan sejumlah perusahaan besar di Paris, Prancis. Sejumlah sektor strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari investasi, pengelolaan aset, hilirisasi industri, hingga pengembangan infrastruktur perkotaan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rosan mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan yang diajak berdiskusi antara lain Amundi, Eramet, dan JCDecaux. Menurutnya, penguatan kerja sama internasional memerlukan komunikasi yang berkelanjutan serta kesamaan visi jangka panjang.
“Di Paris, kami berdiskusi dengan perusahaan global terkemuka di berbagai sektor, mulai dari investasi dan pengelolaan aset, pengembangan industri strategis dan hilirisasi, hingga inovasi infrastruktur perkotaan. Beberapa di antaranya adalah Amundi, Eramet, dan JCDecaux,” ujar Rosan lewat unggahan Instagram @rosanroeslani, dikutip Selasa (2/6).
Dalam unggahan terpisah, Rosan juga menyoroti peluncuran Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis. Forum tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk mempererat hubungan ekonomi kedua negara.
Peluncuran dewan bisnis itu berlangsung dengan disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin industri yang memiliki kapitalisasi pasar gabungan mencapai US$ 1,3 triliun.
Rosan mengatakan, pertemuan tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai mencapai US$ 3,5 miliar. Kesepakatan itu mencakup sektor ketahanan energi, perdagangan, hingga kerja sama pertahanan.
“Disaksikan Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron, forum ini mempertemukan pemimpin industri dengan kapitalisasi pasar gabungan US$ 1,3 triliun. Pertemuan ini menghasilkan 4 kesepakatan komersial baru senilai US$ 3,5 miliar,” sebut Rosan.
Selain itu, Rosan mengingatkan bahwa kunjungan kenegaraan Macron ke Indonesia pada Mei 2025 juga menghasilkan 27 nota kesepahaman (MoU) dengan total nilai lebih dari US$ 11 miliar.
Menurut Rosan, pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis diharapkan dapat memastikan berbagai komitmen investasi yang telah disepakati dapat segera direalisasikan. Melalui forum tersebut, kedua negara juga menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada 2035. []
























