ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengungkapkan Wakil Kepala BGN yang baru, Mayjen Trenggono mundur dari TNI setelah ditunjuk menempati jabatan tersebut.
Menurut Nanik, proses administrasi pengunduran diri Trenggono telah diajukan dan kini tengah berjalan.
“Sudah diajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun, Tapi proses pengunduran dirinya sudah dilakukan berlangsung sejak kemarin,” kata Nanik, Jumat (5/6).
Nanik menjelaskan, sebelum dipercaya menjadi Wakil Kepala BGN, Trenggono menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Ia juga memaparkan alasan keterlibatan sosok berlatar belakang militer dalam jajaran pimpinan BGN. Menurutnya, pengalaman teritorial yang dimiliki Trenggono dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Kenapa ada militer nanti kaitannya dengan program 3T, di mana kami membutuhkan ahli teritorial,” ucap dia.
Pergantian Trenggono merupakan bagian dari perombakan pimpinan BGN yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Nanik yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN kini naik menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot pada Selasa (2/6).
Pada saat yang sama, dua Wakil Kepala BGN sebelumnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga diberhentikan. Posisi mereka kemudian diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono.
Tak lama setelah pergantian tersebut, Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor BGN dan sejumlah lokasi lain pada Rabu (4/6). Dalam proses penyelidikan itu, Dadan, Sony, dan Lodewyk turut diperiksa.
Pada malam harinya, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung terkait dugaan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi pencopotan tersebut, Presiden Prabowo mengaku sedih karena harus mengganti orang-orang yang sebelumnya dipercaya menjalankan program strategis pemerintah itu.
“Saya sebetulnya, hari ini, saat ini sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya, sebenarnya yang saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” ujar Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu lalu.
“Saya tidak mau banyak komentar, karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya mempengaruhi,” sambungnya.
























