Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan, Muhamad Chatib Basri, mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (9/6/2026).
Chatib tiba sekitar pukul 15.35 WIB melalui akses dekat Istana Negara. Kehadirannya berbarengan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan.
Saat ditanya wartawan, Chatib membenarkan dirinya akan bertemu Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci agenda pertemuan tersebut.
“Tanya Pak Luhut, rame-rame kok,” ujarnya singkat.
Chatib yang juga merupakan anggota Dewan Ekonomi Nasional turut menanggapi isu yang belakangan beredar mengenai kemungkinan dirinya masuk dalam jajaran kabinet. Ia mengaku tidak mengetahui informasi tersebut.
“Saya nggak tahu,” kata Chatib.
Pertemuan ekonom senior Muhamad Chatib Basri dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan memunculkan berbagai spekulasi politik dan ekonomi.
Meski tidak ada keterangan resmi mengenai agenda pertemuan tersebut, kemunculan Chatib di Istana langsung menarik perhatian publik. Pasalnya, mantan Menteri Keuangan itu selama ini dikenal sebagai salah satu ekonom yang memiliki reputasi kuat di kalangan pelaku pasar dan investor.
Beredar dugaan bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan evaluasi kebijakan ekonomi pemerintah di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan kebutuhan menjaga kepercayaan investor. Tidak sedikit pula yang mengaitkannya dengan kemungkinan penguatan tim ekonomi pemerintahan Prabowo.
Spekulasi semakin berkembang karena Chatib memilih tidak menjelaskan isi pembicaraannya dengan Presiden. Saat ditanya mengenai isu dirinya masuk kabinet, ia hanya menjawab singkat bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut.
Sejumlah pengamat menilai kehadiran tokoh ekonomi berpengalaman seperti Chatib dalam lingkar konsultasi Presiden dapat menjadi sinyal bahwa pemerintah sedang mencari berbagai masukan untuk menghadapi dinamika ekonomi ke depan. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Istana mengenai kemungkinan perubahan susunan kabinet maupun penugasan baru bagi Chatib Basri.
























