ASPEK.ID, JAKARTA – Timnas Austria akan menghadapi Timnas Yordania pada pertandingan Grup J Piala Dunia 2026 di Stadion Arrowhead, Kansas, Rabu (17/6) pukul 11.00 WIB.
Laga ini akan menjadi pertemuan pertama sepanjang sejarah antara Austria dan Yordania, baik di ajang resmi maupun pertandingan persahabatan. Karena itu, duel Grup J ini menghadirkan cerita menarik antara dua tim yang sama-sama datang dengan motivasi besar.
Piala Dunia 2026 menjadi momen yang telah lama dinantikan kedua negara. Austria akhirnya kembali ke panggung sepak bola terbesar dunia setelah absen selama 28 tahun, sedangkan Yordania untuk pertama kalinya berhasil menembus putaran final Piala Dunia.
Austria sudahi penantian 28 tahun
Austria memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah memuncaki Grup H Kualifikasi zona Eropa dengan koleksi 19 poin dari delapan pertandingan.
Das Team berhasil mengungguli Bosnia-Herzegovina, Rumania, Siprus, dan San Marino untuk mengakhiri penantian panjang sejak terakhir tampil di Piala Dunia 1998 di Prancis.
Meski memiliki tradisi sepak bola yang kuat di Eropa, Austria belum pernah mampu melewati fase grup dalam lima penampilan terakhir mereka di Piala Dunia, yakni pada 1958, 1978, 1982, 1990, dan 1998.
Padahal sebelum periode tersebut, Austria sempat mencatatkan prestasi membanggakan dengan finis di peringkat keempat pada Piala Dunia 1934 serta merebut posisi ketiga pada edisi 1954.
Piala Dunia 2026 pun diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi Austria untuk kembali mengukir prestasi di level tertinggi.
Selain itu, Austria datang dengan modal positif setelah mencapai babak 16 besar Euro 2024 sebelum langkah mereka dihentikan Turki.
Yordania capai Piala Dunia pertama
Timnas Yordania akan menjalani debut bersejarah di Piala Dunia. Keberhasilan lolos ke putaran final menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Yordania keluar sebagai juara Grup G dengan 13 poin dari enam pertandingan. Mereka unggul atas Arab Saudi berkat selisih gol meski mengoleksi jumlah poin yang sama.
Performa impresif itu berlanjut pada putaran ketiga ketika Yordania finis di posisi kedua Grup B, hanya berada di bawah Korea Selatan. Mereka mampu mengungguli Irak, Oman, Palestina, dan Kuwait untuk mengamankan tiket langsung ke Piala Dunia.
Pencapaian tersebut semakin istimewa karena Yordania berhasil mengungguli negara-negara yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia, seperti Irak dan Kuwait.
Selain itu, Yordania datang ke Amerika Serikat dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjadi runner-up Piala Asia 2023. Dalam perjalanan menuju final, mereka mampu menyingkirkan Irak dan Korea Selatan sebelum akhirnya takluk dari tuan rumah Qatar.
Kekuatan kedua tim
Austria yang ditangani Ralf Rangnick memiliki kombinasi menarik antara pengalaman dan energi muda. Nama-nama senior seperti David Alaba, Marko Arnautovic, dan Marcel Sabitzer tetap menjadi tulang punggung tim, sementara generasi muda seperti Paul Wanner dan Carney Chukwuemeka menambah kedalaman skuad.
Alaba masih menjadi figur sentral di lini belakang sekaligus pemimpin tim. Pengalamannya bersama Real Madrid dan tim nasional Austria membuatnya menjadi sosok yang sangat berpengaruh.
Di lini tengah, Austria mengandalkan kreativitas Sabitzer serta intensitas permainan Konrad Laimer. Keduanya menjadi elemen penting dalam skema pressing agresif yang menjadi ciri khas Rangnick.
Sementara itu, Arnautovic tetap menjadi andalan di lini depan. Penyerang berusia 37 tahun tersebut merupakan pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Austria.
Yordania datang di bawah arahan pelatih asal Maroko, Jamal Sellami. Sebagian besar pemain mereka berkarier di kompetisi Asia dan Timur Tengah, dengan Mousa Al-Tamari menjadi bintang utama tim.
Penyerang Stade Rennais tersebut diharapkan menjadi motor serangan sekaligus pembeda dalam pertandingan-pertandingan sulit. Kecepatan dan kemampuan individunya menjadikan Al-Tamari sebagai ancaman terbesar bagi lawan.
Kapten tim Ehsan Haddad juga kembali memperkuat skuad setelah pulih dari cedera panjang. Pengalamannya diharapkan memberi stabilitas bagi lini belakang Yordania.
Namun, Yordania harus kehilangan dua pemain penting. Penyerang Yazan Al-Naimat absen karena cedera, sementara bek Issam Smeeri juga tidak dapat tampil setelah mengalami cedera tendon Achilles menjelang turnamen.
Komentar masing-masing pelatih
Ralf Rangnick menegaskan bahwa Austria tidak boleh meremehkan Yordania. Menurutnya, banyak kejutan telah terjadi sepanjang Piala Dunia 2026 dan tim asuhannya harus waspada.
“Ini bukan pertandingan yang mudah. Lawan akan menjadi lawan yang sulit. Mereka akan mencoba memancing kita, menahan tekanan, dan kemudian memanfaatkan ruang terbuka untuk melakukan serangan balik. Itulah yang kami perkirakan dari mereka besok,” ujar Rangnick.
Di sisi lain, Jamal Sellami menegaskan bahwa Yordania datang tanpa tekanan meski berstatus debutan.
Pelatih berkebangsaan Maroko itu mengatakan bahwa tampil di Piala Dunia merupakan kebanggaan besar bagi negaranya dan timnya tidak ingin hanya menjadi pelengkap turnamen.
“Kami berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam sejarah kami. Ini adalah sumber kebanggaan yang besar bagi kami. Ini lebih merupakan kebanggaan daripada tekanan. Berada di sini adalah impian kami,” kata Sellami.
Prediksi susunan pemain
Austria diperkirakan menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan Alexander Schlager di bawah mistar.
Lini belakang kemungkinan dihuni Konrad Laimer, David Alaba, Philipp Lienhart, dan Stefan Posch. Di lini tengah, Nicolas Seiwald akan berduet dengan Xaver Schlager.
Marcel Sabitzer dan Romano Schmid diprediksi mengisi sektor sayap, sementara Michael Gregoritsch beroperasi di belakang Marko Arnautovic yang menjadi ujung tombak.
Sementara itu, Yordania diperkirakan tampil dengan formasi 3-4-3. Posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Yazid Abulaila, sedangkan tiga bek ditempati Husam Abu Dahab, Abdallah Nasib, dan Yazan Al-Arab.
Empat gelandang kemungkinan diisi Ehsan Haddad, Mohannad Abu Taha, Nizar Al-Rashdan, dan Noor Al-Rawabdeh.
Di lini depan, Mahmoud Al-Mardi dan Ali Olwan akan menopang Mousa Al-Tamari sebagai penyerang utama.
Berikut prediksi sebelah pertama Austria vs Yordania:
Austria (4-2-3-1): A. Schlager; Laimer, Alaba, Lienhart, Posch; Seiwald, X. Schlager; Sabitzer, Gregoritsch, Schmid; Arnautovic.
Pelatih: Ralf Rangnick (Jerman)
Yordania (4-4-2): Abulaila; Abu Dahab, Nasib, Al-Arab; Haddad, Abu Taha, Al-Rashdan, Al-Rawabdeh; Al-Mardi, Olwan; Al-Tamari.
Pelatih: Jamal Sellami (Maroko)
Wasit: Dahane Beida (Mauritania).
























