ASPEK.ID, PALU – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, menimbulkan sejumlah kerusakan di beberapa wilayah. Kerusakan dilaporkan terjadi pada fasilitas pemerintah, rumah warga, hingga bangunan komersial.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan, berdasarkan laporan sementara dari BMKG dan BPBD setempat, kerusakan yang teridentifikasi masih masuk kategori sedang.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, baik itu dari UPT BMKG yang di wilayah tersebut ataupun dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), saat ini yang sudah kami terima adalah ada kerusakan kategori sedang di tiga wilayah,” ujar Teguh dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6).
“Yaitu kantor Bupati Kabupaten Sigi, kemudian rumah warga ada di Kabupaten Parigi Moutong, kemudian ada lima rumah warga juga,” imbuhnya.
Selain itu, BMKG menerima laporan kerusakan pada sejumlah bangunan lain di Kota Palu, di antaranya Hotel Santika, salah satu kafe, auditorium Universitas Tadulako, Hotel Best Western, hingga Toko Star Kitchen.
“Sampai dengan jam 12 ini, update-nya baru begitu yang kita terima dalam kategori kerusakan nonstruktural sedang,” kata Rahayu.
“BMKG sudah turun ke lapangan untuk melakukan survei dan juga melihat dampak dari gempa tersebut,” sambungnya.
Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menegaskan gempa yang dipicu aktivitas Sesar Sausuyang dengan kedalaman 16 kilometer tersebut tidak berpotensi tsunami.
“Gempa bumi ini kita pastikan tidak berpotensi tsunami dari hasil model kita, dan kita juga memantau beberapa stasiun pasang surut yang berada di sekitar wilayah sumber gempa,” ujarnya.
Menurutnya, pemantauan di sejumlah stasiun pasang surut seperti di Palu dan Parigi tidak menunjukkan adanya kenaikan muka air laut yang signifikan. Adapun di Pelabuhan Pantoloan hanya terdeteksi kenaikan sekitar 7,5 sentimeter.
“Kita pastikan bahwa ini bukan gelombang yang berbahaya. Jadi, diharapkan masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh dengan isu-isu apabila gempa ini menimbulkan tsunami,” tegasnya. []
























