ASPEK.ID, JAKARTA – Sejumlah karangan bunga berisi dukungan terhadap Polri menghiasi halaman Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Dukungan tersebut muncul di tengah penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang saat ini ditangani bersama oleh Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya.
Pantauan di lokasi, Jumat (10/7/2026), beberapa karangan bunga dipasang di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Tulisan pada karangan bunga berisi pesan agar Polri tetap melanjutkan proses penegakan hukum terhadap perkara yang sedang diusut.
“Presiden Prabowo bersama Polri,” tulis salah satu karangan bunga.
“Jangan mundur, rakyat bersama Polri,” demikian bunyi karangan bunga lainnya.
Kemunculan karangan bunga tersebut bertepatan dengan rangkaian penggeledahan yang dilakukan penyidik di sejumlah lokasi terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi.
Hingga kini, penyidik telah melakukan penggeledahan di 13 titik, mulai dari Cafe de’Clan dan money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, sebuah rumah di Sentul, Bogor, hingga sebuah ruko di Cipete.
“Penggeledahan di titik ke-13 ini merupakan rangkaian dari kegiatan penyidikan yang sebelumnya sebelumnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (9/7).
Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi pada proyek batu bara PLN yang diduga berkaitan dengan peristiwa blackout di Sumatera, perkara ASABRI, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT Krakatau Steel.
Dalam rangkaian penggeledahan itu, penyidik menyita barang bukti berupa uang tunai bernilai ratusan miliar rupiah dan emas batangan dengan berat puluhan kilogram.
“Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025,” kata Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto di lokasi penggeledahan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).
Jadi Atensi Presiden
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penanganan tiga perkara dugaan korupsi tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, penyidik terus mengumpulkan alat bukti guna mendukung proses penyidikan.
“Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de’Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).
Budi menjelaskan penyidikan mencakup dugaan tindak pidana suap, gratifikasi, hingga tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan perkara blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel.
“Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de’Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel,” ujarnya. []
























