• Latest
  • Trending
Jusuf Kalla: Indonesia Harus Tegas Sikapi Serangan terhadap Iran

JK: Dari 15 Konflik di Indonesia, 10 Karena Ketidakadilan.

Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalteng

Wapres Gibran: Keselamatan Anak-anak Harus Jadi Prioritas  di Karhutla

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Kapal Lewat Selat Sunda Diminta Waspada

Basarnas: Helikopter Sulit Cari Jurnalis Hilang karena Asap Anak Krakatau

Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Penggunaan Energi yang Lebih Baik

Pertamina Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik

Polda Terbitkan SP3 Eggi dan Damai, Jokowi Tunjukan Sikap Negarawan

Eks Jubir KPK Temui Jokowi di Solo

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Prabowo Instruksikan Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Media Malaysia Bahas 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalteng

Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalteng

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

BRI dan BSI Siap Buka Rekening Massal

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

Anggota DPR Masuk Desil 4, BPS Jelaskan Penyebab

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

Buka Rekening 200 Juta Warga, Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun

Pelindo IV Bebaskan Lahan Bangun Tol ke Pelabuhan

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Penanganan Hukum

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, September 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

JK: Dari 15 Konflik di Indonesia, 10 Karena Ketidakadilan.

by Aspek
Juli 25, 2026
in BERITA TERBARU, POLITIK
Jusuf Kalla: Indonesia Harus Tegas Sikapi Serangan terhadap Iran

Jusuf Kalla. Foto: RRI

Jakarta – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menegaskan pentingnya dialog sebagai jalan utama dalam mencegah maupun menyelesaikan berbagai konflik di dunia. Menurutnya, dialog merupakan bagian dari nilai dasar bangsa Indonesia yang mengedepankan musyawarah dan mufakat.

Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla dalam peringatan 20 tahun Center for Dialogue and Cooperation Among Civilization (CDCC) di Jakarta Selatan, Jumat malam (24/07/2026).

BacaJuga

Wapres Gibran: Keselamatan Anak-anak Harus Jadi Prioritas  di Karhutla

Basarnas: Helikopter Sulit Cari Jurnalis Hilang karena Asap Anak Krakatau

Pertamina Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik

Eks Jubir KPK Temui Jokowi di Solo

Prabowo Instruksikan Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Media Malaysia Bahas 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi atas kiprah CDCC yang konsisten mendorong dialog antarperadaban dengan tema “Belief of Dialogue”. Ia mengatakan, prinsip dialog telah melekat dalam kehidupan bangsa Indonesia melalui nilai musyawarah mufakat.

“Musyawarah mufakat itu artinya dialog. Tidak ada musyawarah tanpa dialog. Karena itulah dasar bangsa ini ialah musyawarah dan dialog,” ujar Jusuf Kalla.

Menurut JK, banyak konflik dan peperangan yang terjadi di berbagai belahan dunia berawal dari perbedaan pandangan, ideologi, kepentingan, wilayah, ekonomi, maupun persoalan sosial. Perbedaan tersebut, kata dia, dapat menjadi konflik apabila tidak diselesaikan melalui komunikasi dan saling memahami.

“Dialog mempunyai dua fungsi. Pertama, dialog untuk mencegah agar jangan terjadi konflik dengan membangun saling pengertian dan memahami kepentingan masing-masing. Kedua, dialog untuk menyelesaikan konflik yang sudah terjadi,” jelasnya.

JK menilai, penyelesaian konflik dapat ditempuh melalui dua cara, yakni memenangkan perang atau mencari solusi bersama (win-win solution) melalui dialog. Menurutnya, solusi terbaik adalah penyelesaian yang membuat semua pihak memahami kepentingannya tanpa merasa dikalahkan.

“Win-win solution tentu bisa dicapai dengan persiapan yang baik dan pengetahuan tentang masalah yang dihadapi, sehingga tidak ada pihak yang merasa kalah,” katanya.

Dalam pidatonya, JK juga menyinggung sejumlah konflik yang pernah terjadi di Indonesia. Ia menyebut banyak konflik besar di Tanah Air dipicu oleh persoalan ketidakadilan, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun wilayah.

“Dari 15 konflik besar di Indonesia, 10 terjadi karena ketidakadilan. Karena itu dialog juga harus memahami ketidakadilan apa yang terjadi di suatu negara,” ungkapnya.

JK mencontohkan sejumlah konflik di Indonesia, termasuk Aceh, yang menurutnya bukan semata-mata disebabkan persoalan agama, melainkan juga faktor ketidakadilan ekonomi. Penyelesaian konflik tersebut, lanjutnya, dilakukan melalui pendekatan dialog dan penyelesaian persoalan mendasar.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu juga mengungkapkan pengalamannya dalam membantu penyelesaian beberapa konflik melalui jalur dialog. Ia menyebut penyelesaian konflik harus diawali dengan adanya kepercayaan (trust) antar pihak yang bertikai.

“Saya menyelesaikan tiga konflik di Indonesia dan semuanya dengan dialog. Dialog itu baru terjadi apabila ada kepercayaan,” ujar JK.

JK turut menyinggung keterlibatannya dalam proses dialog perdamaian di Afghanistan antara Taliban dan pemerintah Afghanistan yang berlangsung di Doha. Menurutnya, dialog menjadi upaya penting untuk mencegah terjadinya perang saudara.

Ia berharap semangat dialog terus dikembangkan untuk menciptakan keadilan, keamanan, dan kemakmuran bagi masyarakat dunia.

“Apabila ingin melanjutkan dialog ini, intinya adalah bagaimana menciptakan keadilan untuk setiap bangsa. Keadilan akan menciptakan kedamaian dan kemakmuran,” pungkas Jusuf Kalla.

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jusuf Kalla: Indonesia Harus Tegas Sikapi Serangan terhadap Iran

JK: 3 Kunci Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Tantangan Global

Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menegaskan ketahanan ekonomi nasional hanya dapat terwujud melalui...

JK Bertemu Mahmoud Minta  Fatah-Hamas Berdamai

JK Bertemu Mahmoud Minta Fatah-Hamas Berdamai

Doha, Qatar –Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Mahmoud AlAloul, Wakil Ketua Gerakan Al...

JK: Kebijakan Pertamina  Tidak Mesti Sama dengan Petronas

JK: Kebijakan Pertamina Tidak Mesti Sama dengan Petronas

Riau - Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) mendorong perusahaan dalam negeri untuk memaksimalkan industri dalam...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In