ASPEK.ID, PALANGKA RAYA– Wakil Presiden Gibran Rakabuming tiba di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (10/9/2026), untuk meninjau kondisi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan berbagai langkah percepatan penanganan karhutla terus dilakukan, mulai dari pencegahan hingga pemadaman.
“Pemerintah provinsi terus memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan karhutla melalui pengerahan personel, sarana prasarana, dukungan operasional, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait,” katanya dikutip dari Antara.
397 Hotspot Karhutla Terdeteksi, Sumsel dan Kalteng Terbanyak
Agustiar juga menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi petugas di lapangan, terutama sulitnya akses menuju lokasi kebakaran dan keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mempercepat proses pemadaman, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pemprov Kalteng mengharapkan dukungan pemerintah pusat berupa penambahan helikopter untuk mendukung pemadaman dari udara, bantuan peralatan pemadaman, dukungan operasional, serta pembangunan sumber air seperti sumur bor dan embung di wilayah rawan karhutla.
Pemerintah daerah juga terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat, TNI, Polri, petugas pemadam, relawan, dan masyarakat agar setiap kejadian kebakaran dapat ditangani secara cepat dan efektif.
“Sinergi dan kolaborasi seluruh unsur menjadi kunci dalam penanganan karhutla, sehingga masyarakat dan lingkungan Kalimantan Tengah dapat terlindungi dari dampak kebakaran dan kabut asap,” jelasnya.
Selain penanganan kebakaran, kualitas udara juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 9 September 2026, tercatat 2.819 kejadian karhutla dengan luasan terbakar mencapai 9.228,04 hektare.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wapres Gibran meninjau sejumlah lokasi terdampak karhutla, antara lain SDN 2 Petuk Katimpun hingga kawasan Nyaru Menteng.
Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus upaya penanganan yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama unsur terkait.












