Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membagikan dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun. Nilai tersebut menjadi dividen terbesar sepanjang sejarah perseroan.
Keputusan pembagian dividen ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 dengan nilai Rp346 per saham. Dividen dibagikan berdasarkan laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp56,65 triliun sepanjang tahun buku 2025.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa pemberian dividen ini imbas dari kinerja positif BRI berlanjut hingga kuartal pertama 2026. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Total aset BRI Group tumbuh 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen secara tahunan, yang turut mendorong penurunan cost of fund dari 2,98 persen pada kuartal I-2025 menjadi 2,33 persen.
Hingga akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran tersebut didominasi sektor-sektor produktif, dengan sektor pertanian menjangkau 869.285 debitur (42,68 persen) dan sektor perdagangan sebanyak 647.440 debitur (32,34 persen).
Dalam mendukung Program 3 Juta Rumah, BRI mencatat penyaluran KPR Subsidi sebesar Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur hingga Juni 2026. Sekitar 97 persen dari total pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).





















