Jakarta – Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi (COO BPI) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bicara perihal laporan keuangan perdana Danantara yang belum terbit.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan laporan keuangan tersebut masih terus berjalan. Menurut Dony, keterlambatan ini terjadi karena untuk pertama kalinya seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dihimpun dan disusun dalam satu laporan keuangan konsolidasi.
“Ini adalah pertama kali BUMN melakukan laporan konsolidasi. Laporan konsolidasi itu artinya akan ada proses eliminasi antar perusahaan. Karena dulu BUMN itu terpisah-pisah bukan satu holding, sekarang menjadi satu holding,” ujar Dony, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Dony menjelaskan bahwa proses eliminasi transaksi antarperseroan dalam grup BUMN harus dilakukan secara terperinci. Oleh sebab itu, penyusunannya membutuhkan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
“Ada Pertamina, Mandiri, PLN. Ini nanti akan terjadi proses eliminasi karena asetnya tercatat masing-masing tadinya kan. Karena dia terkonsolidasi makanya terjadi proses eliminasi. Mungkin orang keuangan tentu memahaminya. Nah inilah prosesnya, tentu membutuhkan waktu lama,” kata Dony.
Dia menekankan masyarakat sejatinya masih bisa memantau laporan keuangan dari masing-masing BUMN secara terpisah. Namun, bagi Danantara sendiri, proses konsolidasi menyeluruh memang memakan waktu yang jauh lebih panjang.
“Bisa dibayangkan, seribu BUMN masing-masing tereliminasi. Ada transaksi Pertamina dengan Mandiri, transaksi Pertamina misalkan dengan PLN. Nah ini karena dia konsolidasi report menjadi tereliminasi,” ungkap Dony.
“Kita sudah sedang dilakukan juga pre-audit oleh PPK untuk audit reportnya. Karena kita sudah melakukan unaudited, nanti akan dilakukan prosesnya,” kata dia.
Dalam menyusun laporan keuangan perdana ini, Danantara turut menggandeng konsultan keuangan ternama dari kelompok Big Four (Deloitte, PwC, EY, dan KPMG). Langkah ini diambil untuk membantu penyusunan chart of accounts sekaligus memastikan seluruh standar pelaporan berjalan sesuai ketentuan.
“Dan ini pertama kali kita punya consolidated report kan untuk seluruh BUMN kita. Sehingga prosesnya memang sangat hati-hati, detail. Terutama sekali proses eliminasi antar perusahaan,” tutup Dony.























