• Latest
  • Trending
WNI Nomor 1 di Dunia Paling Malas Berjalan

Pejalan Kaki: Zebra Cross Lebih Dibutuhkan Daripada JPO

Bayar Utang, PP Properti Terbitkan Surat Utang Rp1,1 Triliun

COO Danantara Frustasi Selamatkan BUMN-BUMN Karya

BCA Mobile Error Berjam-jam

Robert Budi Hartono Jadi Pengendali BCA

Helikopter Militer Iran Jatuh di Pasar Buah Isfahan, Empat Tewas

Polisi Kerahkan 2 Helikopter Cari Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Apakah Sinar Biru dari HP Berbahaya Bagi Mata?

Doomscrolling Bikin Otak Cepat Lupa

PHE WMO Operasikan Kembali Anjungan PHE 12

Impor Migas Ri HabiskanUS$ 22 Miliar

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

Dewas KPK Terima Pemberitahuan 762 penyadapan Komunikasi

Cerita Sopir Truk Lompat ke Laut Saat KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar

Cerita Sopir Truk Lompat ke Laut Saat KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar

Persis Solo Rekrut 2 Pemain Asing Baru

Persis Solo Rekrut 2 Pemain Asing Baru

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

Dewas KPK Segera Periksa Staf Admin yang Jadi Tersangka Pemerasan

Usia 80 Tahun, Lula da Silva Maju Nyapres Lagi demi Periode Keempat

Usia 80 Tahun, Lula da Silva Maju Nyapres Lagi demi Periode Keempat

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Terima PM Thailand Anutin di Istana Merdeka Sore Ini

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Agustus 3, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pejalan Kaki: Zebra Cross Lebih Dibutuhkan Daripada JPO

by Aspek
Agustus 3, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
WNI Nomor 1 di Dunia Paling Malas Berjalan

Jakarta – Koalisi Pejalan Kaki menilai pembangunan zebra cross yang aman dan mudah diakses lebih mendesak dibandingkan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO), terutama di sejumlah ruas jalan yang masih minim fasilitas bagi pejalan kaki.

“Kami sarankan bangun saja dulu zebra cross dengan intervensi pita kejut, misalkan 100 meter sebelum itu kan ada pita kejut. Itu kan sebenarnya lebih lambat memberikan warning kepada para pengendara agar bisa melambat,” kata Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/8/2026).

BacaJuga

COO Danantara Frustasi Selamatkan BUMN-BUMN Karya

Robert Budi Hartono Jadi Pengendali BCA

Polisi Kerahkan 2 Helikopter Cari Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Doomscrolling Bikin Otak Cepat Lupa

Impor Migas Ri HabiskanUS$ 22 Miliar

Dewas KPK Terima Pemberitahuan 762 penyadapan Komunikasi

Alfred mengatakan pemerintah memprioritaskan penyediaan trotoar dan penyeberangan sebidang apabila kondisi jalan masih memungkinkan.

Salah satu lokasi yang perlu menjadi perhatian berada di koridor Halte Pasar Santa hingga Mampang Prapatan yang dinilai masih kekurangan trotoar layak.

“Saya hanya bisa menyampaikan ke Mas Pj selaku Pj Gubernur DKI Jakarta, ‘Pak yang lebih urgensi itu adalah dari mulai Santa sampai Mampang trotoarnya tidak ada’. Jadi itu dulu yang paling utama dicarikan pendanaannya,” ucapnya.

Ia menilai fasilitas penyeberangan jalan seperti zebra cross dan pelican crossing lebih ramah bagi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas dibandingkan JPO yang mengharuskan pengguna naik turun tangga.

“Ya lebih bagus dan lebih dapat diakses zebra cross dengan pelican crossing dibanding JPO,” kata Alfred.

Menurut dia, pembangunan JPO seharusnya dilakukan berdasarkan kajian kebutuhan, seperti volume lalu lintas dan lebar jalan, bukan menjadi solusi utama di seluruh ruas jalan.

Ia menambahkan apabila JPO tetap dibangun, fasilitas tersebut harus memenuhi aspek aksesibilitas, baik melalui lift yang beroperasi penuh maupun jalur landai (ramp), sehingga dapat digunakan seluruh kelompok masyarakat.

Total sebanyak 230 unit jembatan penyeberangan orang (JPO) di bawah pengawasan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.

Koalisi Pejalan Kaki juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaudit sedikitnya 30 jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dinilai belum memenuhi spesifikasi teknis sesuai standar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna menjamin keselamatan pengguna.

Komentar
Share10Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

No Content Available
Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In