• Latest
  • Trending
WNI Nomor 1 di Dunia Paling Malas Berjalan

Pejalan Kaki: Zebra Cross Lebih Dibutuhkan Daripada JPO

Pesawat Terbakar Kena Roket Houthi, Bandara Saudi Setop Penerbangan

Dua WNI Terluka Akibat Serangan di Riyadh

F1 di Malaysia Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp4,16 Triliu

F1 di Malaysia Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp4,16 Triliu

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK Bebaskan Sestama BNPB Setelah Terjaring OTT

Kementerian BUMN Kelola Tambang Batubara Tersangka Jiwasraya

Menkop Sebut Kopdes Merah Putih Boleh Kelola Tambang

Israel Tolak Pilot WNI Mendarat, Begini Respons Kemenlu RI

Israel Tolak Pilot WNI Mendarat, Begini Respons Kemenlu RI

KLB PSSI Digelar Hari Ini,  86 Voter Tentukan Ketum

Komdis PSSI Sanksi Persiraja Rp 95 Juta

GOTO Rombak Pengurus, Catherine Hindra Sutjahyo Tinggalkan Kursi Wadirut

GOTO Rombak Pengurus, Catherine Hindra Sutjahyo Tinggalkan Kursi Wadirut

Nostalgia, KAI Hadirkan Livery Lokomotif Era 1953-1991

KAI dan INKA Investasi Rp14,88 Triliun, Ini Daftar Kereta Baru dan Rute yang Dilayani

Konsumsi Susu Indonesia Kalah dari Myanmar

BGN Wajibkan Susu MBG dari Peternak Lokal

Raline Shah Mundur dari Staf Khusus Menteri Komdigi

Raline Shah Mundur dari Staf Khusus Menteri Komdigi

Paksa ASN Berzakat, Menag Dorong Perpres; Potensi Rp230 T/Tahun

Baznas Target kumpulkan Zakat Rp70 Triliun pada 2027

5 Fakta Negatif Minuman Bersoda

Pengusaha Wanti-Wanti Efek Cukai Minuman Berpemanis Berlaku 2027

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pejalan Kaki: Zebra Cross Lebih Dibutuhkan Daripada JPO

by Aspek
Agustus 3, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
WNI Nomor 1 di Dunia Paling Malas Berjalan

Jakarta – Koalisi Pejalan Kaki menilai pembangunan zebra cross yang aman dan mudah diakses lebih mendesak dibandingkan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO), terutama di sejumlah ruas jalan yang masih minim fasilitas bagi pejalan kaki.

“Kami sarankan bangun saja dulu zebra cross dengan intervensi pita kejut, misalkan 100 meter sebelum itu kan ada pita kejut. Itu kan sebenarnya lebih lambat memberikan warning kepada para pengendara agar bisa melambat,” kata Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/8/2026).

BacaJuga

Dua WNI Terluka Akibat Serangan di Riyadh

F1 di Malaysia Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp4,16 Triliu

KPK Bebaskan Sestama BNPB Setelah Terjaring OTT

Menkop Sebut Kopdes Merah Putih Boleh Kelola Tambang

Israel Tolak Pilot WNI Mendarat, Begini Respons Kemenlu RI

Komdis PSSI Sanksi Persiraja Rp 95 Juta

Alfred mengatakan pemerintah memprioritaskan penyediaan trotoar dan penyeberangan sebidang apabila kondisi jalan masih memungkinkan.

Salah satu lokasi yang perlu menjadi perhatian berada di koridor Halte Pasar Santa hingga Mampang Prapatan yang dinilai masih kekurangan trotoar layak.

“Saya hanya bisa menyampaikan ke Mas Pj selaku Pj Gubernur DKI Jakarta, ‘Pak yang lebih urgensi itu adalah dari mulai Santa sampai Mampang trotoarnya tidak ada’. Jadi itu dulu yang paling utama dicarikan pendanaannya,” ucapnya.

Ia menilai fasilitas penyeberangan jalan seperti zebra cross dan pelican crossing lebih ramah bagi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas dibandingkan JPO yang mengharuskan pengguna naik turun tangga.

“Ya lebih bagus dan lebih dapat diakses zebra cross dengan pelican crossing dibanding JPO,” kata Alfred.

Menurut dia, pembangunan JPO seharusnya dilakukan berdasarkan kajian kebutuhan, seperti volume lalu lintas dan lebar jalan, bukan menjadi solusi utama di seluruh ruas jalan.

Ia menambahkan apabila JPO tetap dibangun, fasilitas tersebut harus memenuhi aspek aksesibilitas, baik melalui lift yang beroperasi penuh maupun jalur landai (ramp), sehingga dapat digunakan seluruh kelompok masyarakat.

Total sebanyak 230 unit jembatan penyeberangan orang (JPO) di bawah pengawasan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.

Koalisi Pejalan Kaki juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaudit sedikitnya 30 jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dinilai belum memenuhi spesifikasi teknis sesuai standar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna menjamin keselamatan pengguna.

Komentar
Share12Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

No Content Available
Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In