ASPEK.ID – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memastikan kembali maju dalam pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar pada Oktober 2026. Di usia 80 tahun, Lula menegaskan dirinya masih berada dalam kondisi fisik yang sangat baik untuk kembali memimpin Negeri Samba.
Pengumuman tersebut disampaikan Lula saat menghadiri konvensi Partai Pekerja (PT) di Sao Paulo, Minggu (2/8) waktu setempat. Keputusan itu diumumkan ketika hubungan Brasil dengan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump tengah memanas, terutama terkait isu perdagangan dan diplomatik.
Dilansir AFP, Senin (3/8/2026), Lula membidik masa jabatan keempat sekaligus yang disebutnya sebagai periode terakhir dalam karier politiknya. Tokoh sayap kiri Amerika Latin itu memosisikan dirinya sebagai figur yang mampu menjaga stabilitas Brasil di tengah meningkatnya pengaruh kelompok sayap kanan di berbagai negara.
Dalam pidatonya, Lula menekankan pentingnya menjaga kedaulatan Brasil dari tekanan negara lain. Meski tidak menyebut nama Trump secara langsung, pernyataannya diyakini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan antara Brasil dan AS.
“Saya ingin bersiap agar tidak ada pihak yang menginvasi negara ini,” kata Lula da Silva dalam pidatonya, sembari menyerukan peningkatan investasi di bidang pertahanan.
Lula juga menepis anggapan bahwa usianya menjadi penghalang untuk kembali bertarung dalam pilpres. Menurutnya, kebiasaan berolahraga membuat kondisi fisiknya tetap terjaga.
“Saya ingin melawan penuaan. Saya tidak ingin berjalan tertatih-tatih,” ucapnya.
Lula sebelumnya pernah menjabat Presiden Brasil selama dua periode, yakni pada 2003 hingga 2010. Setelah sempat dipenjara akibat kasus korupsi yang vonisnya kemudian dibatalkan oleh pengadilan, ia kembali memenangkan pilpres dan kembali memimpin Brasil tiga tahun lalu.
Konstitusi Brasil memperbolehkan seorang presiden menjabat maksimal dua periode secara berturut-turut. Namun, setelah jeda masa jabatan, mantan presiden diperbolehkan kembali mencalonkan diri tanpa batas jumlah periode sepanjang hidupnya.
Meski kembali maju pada pilpres kali ini, Lula menegaskan tidak akan mencalonkan diri lagi setelah periode keempat jika terpilih. Ia mengaku ingin menikmati masa pensiun bersama sang istri, Rosangela, yang kini berusia 59 tahun.
“Pergi berlibur untuk fokus pada hubungan asmara selama 20 tahun ke depan.”
Pilpres mendatang diperkirakan berlangsung sengit. Lula akan menghadapi Flavio Bolsonaro, putra sulung mantan Presiden Jair Bolsonaro, yang mengambil alih estafet politik keluarganya setelah sang ayah dinyatakan bersalah oleh pengadilan atas perkara dugaan perencanaan kudeta.
Keluarga Bolsonaro diketahui memiliki hubungan politik yang erat dengan Donald Trump. Dalam beberapa waktu terakhir, Trump juga secara terbuka memberikan dukungan kepada sejumlah kandidat sayap kanan yang bertarung dalam pemilu di kawasan Amerika Latin. []
















