ASPEK.ID, SURABAYA – Tiga sopir truk ekspedisi nyaris menjadi korban dalam kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura. Demi menyelamatkan diri, mereka terpaksa melompat ke laut sebelum akhirnya dievakuasi ke kapal penyelamat.
Perwakilan perusahaan ekspedisi asal Makassar, Dedi Mardiansyah, mengatakan tiga sopir tersebut merupakan pengemudi armada logistik milik perusahaannya yang ikut berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Minggu (2/8) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Dedi mengaku pertama kali mengetahui kabar kebakaran kapal saat berada di bandara sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, ia belum mengetahui nasib ketiga sopirnya yang berada di atas kapal.
“Saya dapat kabarnya jam 07.00 pagi di bandara,” ujar Dedi dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (3/8/2026).
Selama berjam-jam, Dedi diliputi rasa cemas karena belum memperoleh informasi mengenai kondisi para sopir tersebut. Kepastian baru ia terima menjelang sore hari setelah proses evakuasi berlangsung.
“Tapi Alhamdulillah sore kita udah dapat kabar mereka selamat. Kalau sopir saya cuma tiga orang, dua kendaraan paket. Bawa logistik besar-besar,” ujarnya.
Dari cerita yang diterimanya, proses penyelamatan berlangsung dalam situasi yang sangat menegangkan. Ketiga sopir bersama penumpang lainnya harus meninggalkan kapal dengan cara melompat ke laut karena kapal evakuasi tidak dapat bersandar akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
“Ya, memang loncat. Karena posisi kapal yang evakuasi kan sangat jauh nih. Kapal yang evakuasi enggak bisa merapat karena faktor cuaca juga, ombak juga. Jadi harus lompat, semua penumpang lompat menuju ke kapal evakuasi,” ujarnya.
Menurut Dedi, seluruh penumpang menghadapi kondisi yang sama. Kapal penyelamat hanya bisa berada di sekitar lokasi sehingga penumpang harus berenang atau berpindah melalui laut sebelum dinaikkan ke kapal evakuasi.
Beruntung, ketiga sopirnya telah mengenakan alat pelampung sehingga dapat melewati proses evakuasi dengan selamat.
“Sudah, masing-masing sudah safety semua. Ada pelampung semua,” kata dia.
Sebelumnya, KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar dilaporkan terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Kapal tersebut mengangkut sekitar 250 orang saat insiden terjadi.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan informasi kebakaran diterima petugas dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Selang satu menit kemudian, operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran, turut mengonfirmasi kejadian tersebut.
“Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya-Makasar dengan POB sekitar 250 orang terbakar,” kata Nanang.
Berdasarkan laporan dari pihak operator, nahkoda sempat menginformasikan kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB di perairan utara Madura. Setelah itu komunikasi dengan kapal terputus.
Tim SAR kemudian melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan posisi kapal. Hasil komunikasi dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi menyebut KM Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi.
“Kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang kapal berada di anjungan dan haluan,” ucap Nanang.
Hingga Minggu (2/8) pukul 21.00 WIB, sebanyak 236 penumpang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 231 orang dinyatakan selamat, sementara lima penumpang meninggal dunia. []
















