Jakarta – Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai pemberian stimulus dari pemerintah kepada dunia industri bisa berpeluang membuka lapangan kerja formal, utamanya di sektor padat karya.
“Pemerintah juga semestinya menstimulus sektor swasta, karena tidak mungkin pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan sendiri,” kata Faisal saat dihubungi di Jakarta, Senin (10/8/2026).
“Jadi dia (pemerintah) memberikan stimulus fiskal untuk sektor swasta supaya bisa bergerak menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak, termasuk pada sektor-sektor yang padat karya,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, Faisal mengatakan, dengan penciptaan lapangan kerja formal yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, diharapkan mampu memberikan efek ganda pada perekonomian secara umum.
“Sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan formal yang bisa menyerap tenaga kerja di dalam negeri,“ kata dia.
Selain stimulus untuk sektor swasta di dalam negeri, Faisal menilai pemerintah juga perlu untuk menarik investasi untuk masuk ke sektor-sektor industri padat karya.
“Harapannya pemerintah juga untuk bisa menarik investasi, masuk ke dalam sektor-sektor yang menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak di dalam negeri untuk mendorong pertumbuhan lapangan pekerjaan formal,” ujar dia.
Dengan bertambahnya masyarakat yang terserap ke dalam pekerjaan formal, diharapkan pula pendapatan mereka ikut meningkat, memiliki perlindungan dan jaminan sosial, yang pada akhirnya turut mendongkrak rasa aman dan konsumsi mereka secara langsung.
“Hal ini diharapkan mampu mendorong real income naik, dan membantu jadi memulihkan daya beli sebagian besar masyarakat yang berada di kelas tengah dan bawah,” kata Faisal.
















