• Latest
  • Trending
Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Prabowo

BI Prospek Ekonomi Global Masih Lemah, Hanya Tumbuh 3 Persen

Dewan Pers Mediasi Tempo dan Erick Thohir Aduan Podcast

Dewan Pers: 50 Wartawan Dilaporkan Pidana UU ITE dan KUHP Periode Selama 7 bulan

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

BI Tetapkan Satu Himbara Jadi Kliring Bank dari China, Ada Permintaan Rp713 Triliun

OJK Tunjuk Friderica Widyasari Jadi ADK Pengganti Ketua–Wakil Ketua

OJK Angkat Henry Rialdi Urus Bursa Mineral dan Komoditas

India Dukung Pengembangan Nuklir Indonesia

India Dukung Pengembangan Nuklir Indonesia

Gempa M7,7 Guncang NTT, Dua Warg Meninggal Dunia di Sikka

3.002 Gempa Susulan di NTT, 86 Gempa Dirasakan Warga

Ari Askhara Mengundurkan Diri dari Dirut PT Humpuss Maritim Internasional Tbk

Ari Askhara Mengundurkan Diri dari Dirut PT Humpuss Maritim Internasional Tbk

Berat Koper Jamaah Haji Saat Pulang Maksimal 32Kg, Berikut Ketentuannya

Pemerintah Usul Ongkos Haji 2027 Sebesar Rp107 Juta

KM Nurul Salsa Tenggelam Usai Mati Mesin di Selayar, 24 Orang Masih Hilang

601 Kecelakaan Kapal Terjadi di RI hingga Agustus, 239 Orang Meninggal

Prabowo-Bahlil Bahas Tambang Martabe hingga Hilirisasi

Bahlil Ungkap RI Masih Impor 700 Ribu Barel Minyak per Hari

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Kisah Nenek 84 Tahun Selamat Usai 4 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa NTT

Agus Surya Bakti Komut Antam, Dana Amin Jadi Dirut

Antam Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan Baru

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbanyak di RAPBN 2027

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

BI Prospek Ekonomi Global Masih Lemah, Hanya Tumbuh 3 Persen

by Aspek
Agustus 20, 2026
in BERITA TERBARU, GLOBAL
Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Prabowo

Destry Damayanti. Foto: Kompas.com

 

 

ASPEK.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melihat prospek perekonomian global masih lemah dan dibayangi ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi.

BacaJuga

Dewan Pers: 50 Wartawan Dilaporkan Pidana UU ITE dan KUHP Periode Selama 7 bulan

BI Tetapkan Satu Himbara Jadi Kliring Bank dari China, Ada Permintaan Rp713 Triliun

OJK Angkat Henry Rialdi Urus Bursa Mineral dan Komoditas

India Dukung Pengembangan Nuklir Indonesia

3.002 Gempa Susulan di NTT, 86 Gempa Dirasakan Warga

Ari Askhara Mengundurkan Diri dari Dirut PT Humpuss Maritim Internasional Tbk

Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga kenaikan harga minyak dan komoditas global.

 

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 diperkirakan belum kuat, yakni sekitar 3 persen.

 

“Prospek perekonomian global masih lemah disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berlanjutnya intensitas perang di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dan komoditas dunia lainnya kembali naik,” ujar Destry  di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

 

Menurut Destry, ketidakpastian global diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun. Situasi tersebut berpotensi membawa perekonomian dunia memasuki era higher for longer, ketika suku bunga dan imbal hasil obligasi bertahan pada level tinggi dalam waktu lebih lama.

 

“Paling tidak sampai akhir tahun ini kita melihat bagaimana prospek dari global dan juga prospek dari ekonomi domestik kita. Untuk global ini memang kita akan menghadapi situasi yang mungkin akan cukup lama dengan ketidakpastian,” jelasnya.

 

Destry menjelaskan tekanan tersebut juga tercermin dari arah suku bunga Federal Funds Rate (FFR) Amerika Serikat yang berpotensi bertahan tinggi. Hal itu sejalan dengan tekanan inflasi dan kenaikan harga minyak yang masih terjadi.

 

Di sisi lain, pemerintah AS juga menghadapi kebutuhan pembiayaan defisit anggaran. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pasokan obligasi di pasar sehingga turut memberikan tekanan terhadap imbal hasil (bond yield) dan suku bunga global.

 

“Sehingga itu semua akan menciptakan situasi hampir semua apakah itu bond yield, apakah itu interest rate, mereka akan berada dalam posisi yang tinggi,” katanya disadur dari CNN Indonesia.

 

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengungkapkan ekonomi global masih menghadapi sejumlah gangguan, termasuk distribusi barang serta kenaikan harga komoditas.

 

Namun, kondisi perekonomian domestik Indonesia sejauh ini masih terjaga. Aida mencontohkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang mencapai 5,29 persen.

 

“Ini terutama didorong dan tampaknya sudah mulai terjadi dari hasil dari investasi proyek-proyek strategisnya pemerintah,” ujar Aida di tempat yang sama.

 

Menurut Aida, terdapat perkembangan positif dalam struktur pertumbuhan ekonomi pada periode April-Juni 2026, terutama dari sisi investasi. Investasi tercatat membaik baik pada sektor bangunan maupun nonbangunan.

 

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Alasan Investor Global Lirik RI

40 Persen Musik Global Terdeteksi Pakai AI

    ASPEK.ID, JAKARTA - Riset terbaru SubmitHub terhadap lebih dari satu juta lagu menunjukkan hampir 40 persen musik yang...

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Dukung Insentif BI Bagi Bank yang Pegang SBN dan SRBI

OJK Dukung Insentif BI Bagi Bank yang Pegang SBN dan SRB ASPEK.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungannya...

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Ekonom:  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat ke 5,18 Persen

Jakarta - Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,18 persen secara tahunan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In