• Latest
  • Trending
PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Ekonom:  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat ke 5,18 Persen

Tak Terima Dimarahi Nakhoda, ABK Bakar Kapal di Perairan Aru Maluku

Tak Terima Dimarahi Nakhoda, ABK Bakar Kapal di Perairan Aru Maluku

Tips Cek Hoaks Via WA & Situs Resmi

Penyebar Hoaks Bisa Dijerat Dengan UU Tipikor

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Jenderal AS Dorong Trump Akhiri Perang dengan Iran

Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Dapat Kerja Daripada S1

Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Dapat Kerja Daripada S1

25,22 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

OJK: Dana Asing Masuk ke Pinjol Rp 17 Triliun

Awasi Penerapan Digital ID, Nezar Patria: Lindungi Konsumen dan Pengguna Layanan

Nezar Patria: 3 Strategis Dosen Hadapi AI Generatif

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

BI Ubah Uang Rusak jadi Medali

Telkom Bukukan Pendapatan Positif Rp75,3 Triliun di Paruh Pertama 2024

Telkom Pangkas 34 Entitas Usaha

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Sebut Dua Mentornya dalam Menjalankan Pemerintahan

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Prabowo: Pendapatan Danantara Naik 400 Persen

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ekonom:  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat ke 5,18 Persen

by Aspek
Agustus 5, 2026
in EKONOMI
PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Ilustrasi pasar saham. [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]

Jakarta – Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,18 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedikit melambat dibandingkan realisasi pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal I 2026. Perlambatan tersebut lebih mencerminkan normalisasi pola belanja pemerintah yang lebih lambat serta meredanya aktivitas ekonomi setelah periode hari besar keagamaan.  Di sisi lain, sektor eksternal juga dinilai belum memberikan dukungan yang kuat terhadap pertumbuhan.

“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 sebesar 5,18 persen secara tahunan, sedikit melambat dibandingkan 5,61 persen pada kuartal I. ,” ujar Irman dikutip dari Kompas, Rabu (5/8/2026).

BacaJuga

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

Rosan: Danantara Ditawarkan Kelola Bersama Bandara Madinah

Prabowo Masih Cari Calon Gubernur BI Baru, Banyak Nama Masuk Daftar

Jamaah Haji RI Habiskan Rp 4,25 Triliun untuk Beli Oleh-oleh di Arab

Rosan: RI-Arab Saudi Teken MoU Investasi

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Perlambatan ini lebih mencerminkan normalisasi pola belanja pemerintah yang lebih lambat dan meredanya aktivitas pasca hari besar keagamaan. Di sisi lain sektor eksternal juga kurang mendukung. Menurut Irman, investasi diperkirakan tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal II.

Hal itu tecermin dari realisasi investasi yang masih mencatat pertumbuhan positif, didukung masuknya investasi asing pada sektor hilirisasi, manufaktur, pusat data (data center), dan infrastruktur. Selain itu, permintaan terhadap barang modal juga masih tinggi yang tecermin dari pertumbuhan impor barang modal.

Meski dalam jangka pendek kondisi tersebut memperbesar impor dan menekan neraca perdagangan, Irman menilai peningkatan impor barang modal justru mencerminkan ekspansi kapasitas produksi yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga diperkirakan masih tumbuh cukup baik, tetapi belum menjadi sumber utama akselerasi pertumbuhan ekonomi. Berbagai stimulus pemerintah dinilai turut menopang konsumsi masyarakat.

Masyarakat masih cenderung berhati-hati dalam membelanjakan pendapatannya, yang tecermin dari pertumbuhan kredit konsumsi yang masih jauh lebih rendah dibandingkan kredit investasi.

“Artinya, pemulihan permintaan domestik masih berlangsung secara bertahap dan belum sepenuhnya merata,” kata Irman.

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

25,22 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

Jakarta -Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut data sensus ekonomi yang sudah terkumpul 86 persen. "Sudah mencapai 86 persen. Artinya, kita...

Jokowi Beri Sinyal Duetkan Prabowo dan Erick Thohir

Prabowo Butuh Cawapres Ekonom Andal

Spekulasi sosok bakal cawapres pendamping Prabowo Subianto terus berkembang seiring putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberi peluang bagi kepala daerah...

Dosen Muhammadiyah: Mendagri Lempar Salah ke Aceh Soal 70%  Anggaran untuk Pegawai

Dosen Muhammadiyah: Mendagri Lempar Salah ke Aceh Soal 70% Anggaran untuk Pegawai

Pengamat politik dan ekonomi dan juga akademisi Universitas Muhammadiyah Aceh Dr. Taufik Abdul Rahim  menyatakan  sesungguhnya 70 persen Anggaran Pendapatan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In