ASPEK.ID, JAKARTA – Stroke bisa terjadi kapan saja. Namun, sejumlah penelitian dan pengamatan medis menunjukkan serangan stroke cukup sering terjadi pada pagi hari, terutama pada orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
Kondisi ini berkaitan dengan ritme alami tubuh atau circadian rhythm. Saat tidur di malam hari, tekanan darah biasanya menurun karena tubuh berada dalam fase istirahat. Menjelang pagi, tekanan darah kembali meningkat untuk mempersiapkan tubuh beraktivitas.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Melisa Aziz, SpJP, mengatakan lonjakan tekanan darah pada pagi hari perlu diwaspadai, khususnya pada penderita hipertensi.
“Pada malam hari tekanan darah memang turun saat tubuh beristirahat. Namun sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari, tekanan darah mulai meningkat kembali. Pada penderita hipertensi yang tidak terkontrol, kenaikan ini bisa meningkatkan risiko stroke di pagi hari,” ujar dr Melisa, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, peningkatan tekanan darah tersebut dapat memengaruhi kondisi pembuluh darah dan mengganggu aliran darah menuju otak.
Kenapa Stroke Bisa Terjadi Pagi Hari?
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu sehingga jaringan otak tidak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup. Gangguan itu bisa disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik).
Saat suplai darah terhenti, sel-sel otak mulai mengalami kerusakan hanya dalam hitungan menit. Karena itu, stroke termasuk kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.
Semakin cepat pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit, semakin besar peluang untuk mengurangi kerusakan otak dan meningkatkan proses pemulihan.
Gejala stroke pada pagi hari pada dasarnya sama seperti serangan stroke yang terjadi pada waktu lain. Tanda-tanda yang paling mudah dikenali dapat diingat melalui metode FAST:
* Face: salah satu sisi wajah tampak turun atau mencong.
* Arm: salah satu lengan terasa lemah atau sulit diangkat.
* Speech: bicara menjadi pelo, tidak jelas, atau sulit berbicara.
* Time: segera cari pertolongan medis jika gejala muncul.
Dokter saraf Weill Cornell Medical Center New York, Dr Baxter Allen, menegaskan waktu menjadi faktor yang sangat menentukan dalam penanganan stroke.
“Jika wajah tampak turun sebelah, lengan melemah saat diangkat, atau ada perubahan pada kemampuan bicara, waktu menjadi sangat penting. Segera minta bantuan medis,” ujarnya seperti dikutip dari Health Matters.
Allen menyarankan pasien segera dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans agar pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Gejala Stroke Saat Baru Bangun Tidur
Pada sebagian orang, stroke baru disadari ketika bangun tidur. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
* Sulit memahami pembicaraan atau berbicara.
* Bingung secara tiba-tiba.
* Penglihatan buram atau ganda.
* Kesulitan berjalan atau kehilangan keseimbangan.
* Pusing mendadak disertai sakit kepala hebat.
Pada kasus yang lebih berat, stroke juga bisa disertai mual, muntah, kejang, hingga penurunan kesadaran.
Penderita hipertensi menjadi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke, terutama jika tekanan darah tidak terkontrol. Karena itu, menjaga tekanan darah tetap stabil melalui pengobatan, pola makan sehat, olahraga, dan pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko serangan stroke, termasuk pada pagi hari. []













