• Latest
  • Trending
Daftar Komorbid yang Tak Boleh Disuntik Vaksin

Risiko Stroke Meningkat Menjelang Pagi, Begini Penjelasannya

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-Gibran Selamatkan Rp 52 T

Menkominfo: 3 Jurus Lawan Judi Online, Alamat IP Pindah-pindah

OJK: 38.796 Rekening Terindikasi Judi Online Minta Diblokir

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Temukan Praktik Joki Skripsi di 91 Persen Perguruan Tinggi

Helikopter AS Hilang dari Radar Usai Kirim Sinyal Darurat di Laut Merah

Helikopter AS Hilang dari Radar Usai Kirim Sinyal Darurat di Laut Merah

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Target Ekonomi 8 Persen, Butuh Investasi Rp 13.000 Triliun

KPK: Pemanggilan Menteri ATR Nusron Wahid Tergantung Kebutuhan

KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

Astra Luncurkan Masker yang ada Kipas Angin

Astra International Tebar Dividen Rp3,89 T, Segini Jatahnya per Saham

Semen Padang Tunjuk Stefano Cugurra sebagai Pelatih Kepala Baru

Semen Padang Tunjuk Stefano Cugurra sebagai Pelatih Kepala Baru

Jasa Marga Catat 361 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta

Jasa Marga Tunjuk Oemi Vierta Moerdika Jadi Dirut Anak Usaha

10 Kecamatan di Jember Dikepung Banjir, 1 Orang Meninggal

Banjir Kepung 2 Kecamatan di Langkat Sumut

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

9 Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

DPR Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi Undang-Undang

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Risiko Stroke Meningkat Menjelang Pagi, Begini Penjelasannya

by Muhammad Fadhil
Agustus 21, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE, NEWS
Daftar Komorbid yang Tak Boleh Disuntik Vaksin

Pasien stroke. (Foto: Internet)

ASPEK.ID, JAKARTA – Stroke bisa terjadi kapan saja. Namun, sejumlah penelitian dan pengamatan medis menunjukkan serangan stroke cukup sering terjadi pada pagi hari, terutama pada orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Kondisi ini berkaitan dengan ritme alami tubuh atau circadian rhythm. Saat tidur di malam hari, tekanan darah biasanya menurun karena tubuh berada dalam fase istirahat. Menjelang pagi, tekanan darah kembali meningkat untuk mempersiapkan tubuh beraktivitas.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Melisa Aziz, SpJP, mengatakan lonjakan tekanan darah pada pagi hari perlu diwaspadai, khususnya pada penderita hipertensi.

BacaJuga

2 Tahun Prabowo-Gibran Selamatkan Rp 52 T

OJK: 38.796 Rekening Terindikasi Judi Online Minta Diblokir

KPK Temukan Praktik Joki Skripsi di 91 Persen Perguruan Tinggi

Helikopter AS Hilang dari Radar Usai Kirim Sinyal Darurat di Laut Merah

Target Ekonomi 8 Persen, Butuh Investasi Rp 13.000 Triliun

KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

“Pada malam hari tekanan darah memang turun saat tubuh beristirahat. Namun sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari, tekanan darah mulai meningkat kembali. Pada penderita hipertensi yang tidak terkontrol, kenaikan ini bisa meningkatkan risiko stroke di pagi hari,” ujar dr Melisa, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, peningkatan tekanan darah tersebut dapat memengaruhi kondisi pembuluh darah dan mengganggu aliran darah menuju otak.

Kenapa Stroke Bisa Terjadi Pagi Hari?

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu sehingga jaringan otak tidak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup. Gangguan itu bisa disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik).

Saat suplai darah terhenti, sel-sel otak mulai mengalami kerusakan hanya dalam hitungan menit. Karena itu, stroke termasuk kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.

Semakin cepat pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit, semakin besar peluang untuk mengurangi kerusakan otak dan meningkatkan proses pemulihan.

Gejala stroke pada pagi hari pada dasarnya sama seperti serangan stroke yang terjadi pada waktu lain. Tanda-tanda yang paling mudah dikenali dapat diingat melalui metode FAST:

* Face: salah satu sisi wajah tampak turun atau mencong.

* Arm: salah satu lengan terasa lemah atau sulit diangkat.

* Speech: bicara menjadi pelo, tidak jelas, atau sulit berbicara.

* Time: segera cari pertolongan medis jika gejala muncul.

Dokter saraf Weill Cornell Medical Center New York, Dr Baxter Allen, menegaskan waktu menjadi faktor yang sangat menentukan dalam penanganan stroke.

“Jika wajah tampak turun sebelah, lengan melemah saat diangkat, atau ada perubahan pada kemampuan bicara, waktu menjadi sangat penting. Segera minta bantuan medis,” ujarnya seperti dikutip dari Health Matters.

Allen menyarankan pasien segera dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans agar pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Gejala Stroke Saat Baru Bangun Tidur

Pada sebagian orang, stroke baru disadari ketika bangun tidur. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

* Sulit memahami pembicaraan atau berbicara.

* Bingung secara tiba-tiba.

* Penglihatan buram atau ganda.

* Kesulitan berjalan atau kehilangan keseimbangan.

* Pusing mendadak disertai sakit kepala hebat.

Pada kasus yang lebih berat, stroke juga bisa disertai mual, muntah, kejang, hingga penurunan kesadaran.

Penderita hipertensi menjadi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke, terutama jika tekanan darah tidak terkontrol. Karena itu, menjaga tekanan darah tetap stabil melalui pengobatan, pola makan sehat, olahraga, dan pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko serangan stroke, termasuk pada pagi hari. []

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Daftar Komorbid yang Tak Boleh Disuntik Vaksin

Kanker, Stroke, & Jantung Penyedot Terbesar Uang BPJS Kesehatan

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan kanker merupakan salah satu penyakit yang paling tinggi bebani Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS)...

Daftar Komorbid yang Tak Boleh Disuntik Vaksin

Mulailah Periksa Kolesterol di Usia 20 Tahun

Banyak penyakit serius karena kolesterol yang tinggi  ketika menumpuk di pembuluh darah dan menyempitkan pembuluh darah hingga mempengaruhi aliran darah....

Kerja Shift Malam Picu Gangguan Jantung

ASPEK.ID, JAKARTA-   Melansir dari The Health Site, Rabu (18/8/2021), peneliti menemukan beberapa hal terkait dengan sistem shift malam, antara lain:...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In